Bunker itu didirikan oleh pendiri dan CEO Vivos, Robert Vicino. Menurutnya, bunker itu seperti hotel bintang lima yang di bawah tanah dan mirip dengan kapal pesiar bawah tanah untu kalangan elite. Di dalamnya terdapat beragam fasilitas mewah dan ruang yang luas, yang bisa menampung para anggota keluarga.
Bunker megah di Jerman ini menjadi salah satu tempat penampungan manusia untuk bertahan hidup di bawah tanah yang sangat menegangkan. Awalnya, bunker itu dibangun oleh pihak Soviet selama Perang Dingin, untuk tujuan sebagai benteng dan menampung peralatan militer termasuk amunisi.
2. Bunker di Amerika Serikat
Dibangun sepenuhnya di bawah tanah, bunker ini memiliki dinding setebal tiga kaki, dilengkapi ruang senjata, dan sistem CCTV, dan bahkan tempat mandi dekontaminasi.
Inilah rumah mewah di bawah tanah yang diklaim dapat menahan berbagai ancaman potensial, termasuk ledakan nuklir sebesar 20 kiloton.
Bunker yang diubah ini, terletak di dekat Savannah, Georgia, Amerika Serikat (AS) juga dikatakan mampu bertahan terhadap bencana alam, gangguan sipil, dan serangan teroris.
Dan kini, Anda bisa memilikinya jika bersedia membayar USD17,5 juta atau sekira Rp231 triliun.
Seperti diberitakan laman Daily Mail, Selasa, 24 November, bunker bawah tanah satu-satunya milik swasta dari jenisnya di AS. Selain karena dilengkapi fitur perlindungan, yang juga termasuk sistem asupan udara dan ruang perawat, properti ini juga mengandung unsur-unsur keseharian layaknya rumah normal.
Menurut penjualnya, Bastion Holdings, rumah bunker ini juga dilengkapi air panas, panel surya, dan kontrol kelembaban.
Dibangun 45 kaki di bawah tanah, seluas 32 hektare, rumah ini menawarkan dua tingkat ruang tinggal, total sekitar 14.000 kaki persegi.