KPAI: Gas Air Mata Sangat Berbahaya untuk Anak-Anak

Carlos Roy Fajarta, Jurnalis
Senin 03 Oktober 2022 07:55 WIB
Ilustrasi (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya ratusan korban jiwa dan luka-luka dalam tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan.

Komisioner KPAI Retno Listyarti menyayangkan aski polisi yang menembakkan gas air mata dalam kerusuhan tersebut. Pasalnya, sebanyak 17 anak meninggal dunia dalam tragedi itu.

Ia menyebutkan dampak gas air mata pada anak-anak sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal.

Hal tersebut terkait tragedi Stadion Kanjuruhan Malang Jawa Timur pada 1 Oktober 2022 malam yang menyebabkan setidaknya 17 anak meninggal dunia dan 7 anak lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

"Gas air mata memang sangat berbahaya, terlebih bagi anak. Karena Efek yang dirasakan dari gas air mata memang sangat fatal untuk anak," ujar Retno Listyarti, Senin (3/10/2022).

Ia menyebutkan dampak dari gas air mata yakni rasa terbakar di kulit, rasa perih dan keluar air di mata. Kemudian pada pernapasan membuat hidung berair, batuk, rasa tercekik.

Baca juga: Tragedi Kanjuruhan, KPAI: 17 Anak Meninggal dan 7 Lainnya Dirawat di Rumah Sakit

Tak hanya itu, pada saluran pencernaan juga akan mengakibatkan rasa terbakar yang parah di tenggorokan, keluar lendir dari tenggorokan, dan kemudian membuat muntah.

Baca juga: LPSK Sebut Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan hingga Tewaskan 153 Orang Tewas Adalah Tragedi

"Jika serbuk tersebut masuk hingga ke paru-paru menyebabkan nafas pendek-pendek, sesak nafas. Respons tersebut merupakan cara sistem pertahanan tubuh untuk mengeluarkan serbuk berbahaya (yang berasal dari gas air mata) dari dalam tubuh," ungkap Retno Listyarti.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya