Mendengar hal itu, Gus Dur tidak menjawab sama sekali. Ia hanya diam saja.
Setelah pesawat mendarat di Jakarta, dua orang sahabat itu bergegas menuju gerbang kedatangan. Di sana, sudah menunggu istri Gus Dur, Ny Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.
Kemudian, muncul keisengan Gus Dur kepada Romo Mangun.
“Romo, saya sudah dijemput istri saya. Lho mana istrinya Romo Mangun?” tanya Gus Dur meledek.
Karena Romo Mangun pun adalah seorang tokoh yang tentu saja menaati segala aturan dan larangan agama.
“Maaf Gus saya tidak boleh punya istri,” jawab Romo.
“Waduh, sayang sekali. Padahal itu adalah daging paling enak di dunia,” kata Gus Dur terkekeh.
(Susi Susanti)