Gambar - gambar tersebut menjadi bukti, bahwa Kerajaan Kalingga memiliki hubungan yang tidak terpisahkan dengan kebudayaan Hindu dari negeri India. Letak ditemukan Prasasti Tukmas yang cukup jauh dari perkiraan ibukota kerajaan juga membuktikan kalau cukupan wilayah kekuasaan dari Kerajaan Kalingga cukup luas.
Prasasti Sojomerto merupakan prasasti peninggalan Kerajaan Kalingga ditemukan di wilayah Kabupaten Batang. Prasasti ini dinamakan Sojomerto karena ditemukan di wilayah Dusun Sojomerto. Prasasti Sojomerto bertuliskan dengan huruf Kawi dengan mmenggunakan bahasa Melayu Kuno.
Berdasarkan bentuk prasasti, para ahli memperkirakan bahwa Prasasti Sojomerto dibuat pada abad ke-7 Masehi. Prasasti Sojomerto menceritakan tentang kondisi keluarga Kerajaan Kalingga. Salah satunya adalah tentang pendiri kerajaan yang bernama Dapunta Sailendra. Dari nama tersebut diperkirakan pendiri Kalingga berasal dari keturunan Dinasti Sailendra.
Baca juga: Ketika Ratu Shima Bebaskan Pajak sebagai Hadiah kepada Rakyatnya
Selain tiga prasasti, ada dua candi yang menjadi warisan peninggalan Ratu Jay Shima. Kedua candi ini yakni Candi Angin dan Candi Bubrah. Candi Angin ditemukan di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara, Jawa Tengah. Dinamakan Candi Angin dikarenakan candi tersebut berdiri di atas daerah yang cukup tinggi.
Baca juga: Ratu Jay Shima Penguasa Adil di Tanah Jawa, Potong Kaki Anaknya Sendiri karena Menyenggol Emas
Sekalipun terpaan angin sangat kencang, namun candi tersebut tetap kokoh dan tidak roboh. Berdasarkan analisa karbon yang dilakukan para ahli, diperkirakan bahwa Candi Angin dibangun sebelum pembangunan Candi Borobudur. Ciri-ciri Candi Angin tidak adanya ornamen - ornamen Hindu dan Buddha. Disimpulkan bahwa Candi Angin diperkirakan dibangun sebelum kebudayaan Hindu dan Buddha, berbaur dengan kebudayaan asli Jawa.