Bertemu Ganjar, TGB: Kami Sepakat Politik Adalah Ruang Muamalah yang Tidak Menajamkan Perbedaan Identitas

Nanda Aria, Jurnalis
Senin 24 Oktober 2022 19:13 WIB
Momen pertemuan antara TGB dengan Ganjar Pranowo/Foto: Istimewa
Share :

JAKARTA - Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Pertemuan itu berlangsung di rumah dinas Ganjar Pranowo di Puri Gedeh, Semarang, Minggu (23/10/2022) malam.

Dalam pertemuan itu, TGB membicarakan banyak hal dengan Ganjar, utamanya terkait dengan beragam kondisi kebangsaan. Lebih-lebih, pertemuan itu berlangsung di tengah tahun-tahun politik jelang pemilihan umum (Pemilu) 2024.

 BACA JUGA:Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Kembali Xi Jinping Jadi Sekum PKC

Dalam pertemuan itu, kata TGB, mereka berdua bersepakat bahwa moderasi beragama harus menjadi agenda bersama seluruh komponen bangsa. Menurutnya, politik adalah ruang muamalah yang terbuka seluas-luasnya, maka ruang muamalah yang luas itu harus dikelola oleh para pemimpin dengan pencerahan, mencerdaskan, dan tidak menajamkan perbedaan identitas.

"Niat yang baik untuk publik jangan dirusak oleh siasat buruk dalam kemasan apapun, termasuk berupa penajaman perbedaan-perbedaan. Perbedaan itu sesungguhnya berkah, jangan sampai diobrak-abrik oleh nafsu berkuasa," katanya dalam catatannya usai bertemu Ganjar, dikutip Senin (24/10/2022).

 BACA JUGA:Silaturahmi ke Ponpes Bahrul Ulum Tambak Beras, TGB Disambut Hangat Putri Pendiri NU

Dia mengatakan, pertemuannnya dengan Ganjar adalah pertemuan sahabat lama. Saat masih sama-sama menajabat sebagai Gubernur mereka sering berjumpa, bertukar pikiran.

"Sekarang Mas Ganjar sudah tiba di akhir periode keduanya dan di lingkup politik, saya tengah sedang menjalankan amanah sebagai Ketua Harian Nasional (Kahannas) DPP Partai Perindo, kami bertukar pikiran tentang beragam kondisi kebangsaan," ujarnya.

Dia dan ganjar menyadari bahwa ruang kemungkinan pencapresan yang dikelola partai-partai politik selaku pemegang hak pengajuan kandidat adalah mutlak adanya.

Menurutnya, ada partai politik yang masih timbang tersipu-sipu, ada yang sudah punya gambar tapi masih samar, dan mungkin ada pula yang telah berketetapan tapi belum juga terlihat karena masih disimpan diruangan gelap.

Baginya, semua itu adalah bagian dari dinamika politik pencalonan. Wajar untuk terus menimbang-nimbang. Dia dan Ganjar, lanjutnya, masih mengamati sebagaimana publik pada umumnya.

Namun, yang jauh lebih penting dari itu semua, ucapnya, adalah bahwa semua pihak harus bersama-sama mendorong agar proses pencalonan dapat berjalan secara bermartabat.

"Kita adalah warga bangsa yang berketuhanan, para pemimpin dan yang dipimpin wajib memegang adab demokrasi dan adab politik. Proses kandidasi presiden dan wakil presiden adalah proses memahami kebatinan rakyat, bukan otak-atik untuk mengakomodasi kepentingan masing-masing," tegasnya.

 BACA JUGA:Tusuk Bocah Pulang Ngaji di Cimahi, Ical Ingin Punya Handphone karena Sering Diledek Temannya

TGB dan Ganjar pun membahas kondisi perekonomian Indonesia yang sempat terpukul pandemi Covid-19 dan ancaman ekonomi global. Menurutnya, berbagai kebijakan yang ditelurkan Presiden Jokowi untuk menguatkan pondasi ekonomi nasional harus dilanjutkan.

Untuk itu, sambungnya, kohesi sosial mutlak perlu diperjuangkan terus-menerus oleh seluruh pimpinan baik pemerintahan, partai politik, organisasi keagamaan, kemasyarakatan, lembaga pendidikan, dan berbagai institusi formal atau informal untuk memberikan dukungan kepada Presiden Jokowi.

"Pemulihan ekonomi pasca puncak pandemi adalah kerja jangka panjang yang perlu pemikiran-pemikiran jernih dan kerja keras nyata," ucapnya.

(Nanda Aria)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya