3 Kisah Pilu Anak Gizi Buruk, Berat Badan Terus Turun hingga 1Kg 7Ons

Alifia Gita Riani, Jurnalis
Senin 14 November 2022 06:02 WIB
Ilustrasi (Foto : Freepik)
Share :

TIDAK semua anak di Indonesia mendapatkan pemenuhan gizi dengan baik. Hingga saat ini, masih banyak anak yang mengalami gizi buruk.

Berikut beberapa kisah memilukan anak-anak yang mengalami gizi buruk.

1. Dafa Juniarka

Dafa Juniarka merupakan salah satu balita berusia 2 tahun yang diduga mengalami gizi buruk. Warga Jalan Lingkungan III, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat ini kondisinya memprihatinkan. Tubuhnya hanya terlihat kulit dan tulang. Dafa mengalami kondisi tersebut sejak memasuki usia 1,5 tahun.

Ia sempat terjatuh dan setelah itu Dafa menjadi tidak mau makan selama dua bulan. Hal ini menyebabkan badannya menjadi kurus kering. Berat badan Dafa terus menurun hingga 1 kg 7 ons, padahal semula beratnya 8 kg.

Orang tuanya sudah membawa Dafa ke rujukan puskesmas ataupun klinik, namun hasilnya tidak ada gejala serius yang dialami Dafa. Akibat tidak adanya vonis dari dokter, orang tuanya hanya membelikan obat-obatan warung biasa. Pihak camat dan lurah setempat membantu menangani Dafa hingga dirawat di rumah sakit.

2. Rifka Dina Aulia

Bocah berusia 7 tahun bernama Rifka Dina Aulia mengalami gizi buruk sejak lahir. Akibatnya, kondisi tubuhnya selalu lemas. Dina hanya dirawat oleh neneknya, Suton Sari (69), di rumah semi permanen di Dusun Krajan, Desa Sindetlami, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Dengan kondisi tubuhnya, Dina tidak bisa bermain dengan teman seusianya. Jika ingin bermain, sang nenek harus menggendong tubuh Dina yang lemah ke halaman rumah. Kehidupan Dina juga sangat memprihatinkan. Ia merupakan anak yatim piatu. Ketika lahir, Dina terlahir prematur dengan berat hanya 1,1 kilogram.

Lantaran keterbatasan ekonomi, pertumbuhan Dina terganggu sehingga ia mengalami gizi buruk. Sehari-hari, Dina hanya bisa terbaring.

3. Masud Irrijal

Nasib memilukan juga dialami oleh Masud Irrijal, bocah berusia 8 tahun di Dusun Karang Tengah, Desa Kebongembong Pageruyung, Kabupaten Kendal. Dirinya divonis gizi buruk sejak berusia dua bulan. Masud hanya bisa berbaring di tempat tidur, tidak bisa berbicara, tidak bisa berdiri dan berjalan.

Anak dari keluarga buruh tani ini sebenarnya masih bisa makan, tetapi berat badannya dan tubuhnya tidak dapat berkembang secara normal. Penghasilan sebagai buruh tani membuat orang tua Masud tidak bisa berbuat banyak untuk mencukupi gizi anaknya. Karena kondisi tubuhnya, Masud harus digendong oleh orang tuanya jika ia ingin keluar rumah.

Karena itu, Bupati Kendal bersama Baznas membawakan kursi roda adaptif yang bisa digunakan Masud untuk jalan-jalan keluar rumah tanpa harus digendong lagi.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya