Bareskrim akan Jadikan Ismail Bolong DPO Jika Tak Kooperatif

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Selasa 29 November 2022 11:58 WIB
Ismail Bolong/Foto: Tangkapan Layar
Share :

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dit Tipiter) Bareskrim Polri menyatakan bakal memasukkan nama Ismail Bolong ke Daftar Pencarian Orang (DPO) apabila tak kooperatif menjalani proses hukum.

Ismail Bolong sendiri pada hari ini dijadwalkan diperiksa oleh Dit Tipiter Bareskrim Polri. Namun, hingga kini yang bersangkutan belum hadir memenuhi panggilan penyidik terkait tambang ilegal di Kalimantan Timur.

 BACA JUGA:Penjelasan Kapolres Bogor soal Video Viral Anggotanya Diduga Mesum dengan LC Cantik

"Ya nanti kita lihat kalau misalnya tidak kooperatif sama sekali kita lengkapi pembuktian nanti kita DPO-kan," kata Pipit kepada awak media, Jakarta, Selasa (29/11/2022).

Pipit menekankan, pihak Bareskrim juga tidak akan segan untuk mengajukan pencekalan terhadap Ismail Bolong jika terus mangkir dalam panggilan penyidik Bareskrim.

BACA JUGA: Ismail Bolong 'Hilang' Usai Video Tambang Ilegal yang Menyebut Nama Kabareskrim Viral

"Iya. Sementara DPO dahulu ya tapi," ujar Pipit.

Menurut Pipit, Ismail Bolong sendiri sampai dengan saat ini tidak diketahui keberadaannya pasca-video soal tambang ilegal viral.

"Iya kan sejak viral video itu beliau (Ismail Bolong) tidak diketahui keberadaannya," ucap Pipit.

Menurut Pipit, penyidik sudah mencoba menyampaikan surat panggilan ke rumah Ismail Bolong. Namun, dia tidak berada di kediamannya tersebut.

"Yang jelas mereka di rumahnya tidak berada di tempat. Tapi kita sudah bertanya-tanya ya, kepada RT-nya," ujar Pipit.

Sebelumnya, video Ismail Bolong sempat beredar di media sosial yang mengaku melakukan pengepulan dan penjualan batu bara ilegal tanpa izin usaha penambangan (IUP) di wilayah hukum Kalimantan Timur dengan keuntungan sekitar Rp5 miliar hingga Rp10 miliar tiap bulan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya