Terungkap! Manusia Purba Ternyata Berayun di Pepohonan Meski Bisa Berjalan Tegak

Tim Okezone, Jurnalis
Selasa 06 Desember 2022 07:09 WIB
Ilustrasi/ Doc: BBC
Share :

Bentuk tulang bahu ini kokoh dan karenanya bisa menopang berat badan saat bergerak dari satu pohon ke pohon lain.

'Berayun di pepohonan' tapi juga 'bisa berjalan tegak'

Selain itu, lekukan pada tulang leher sangat mirip dengan tulang leher pada kera dan posisi persendian bahu ideal untuk menstabilkan badan ketika berayun dari satu dahan ke dahan lain.

Tetapi, sudut tulang belakang terhadap tengkorak memperlihatkan bahwa Little Foot lebih sering berjalan tegak, meskipun ia juga bisa hidup di pohon.

Dari informasi ini, para saintis mengajukan hipotesis bahwa durasi kemiripan struktur antara manusia dan kera jauh lebih lama dari yang diperkirakan.

Hipotesis ini memungkinkan para peneliti untuk memperkirakan "era kapan tepatnya nenek moyang bersama manusia dan simpanse yang terakhir hidup".

Sains sudah mencatat kemajuan besar dalam upaya memahami evolusi manusia, namun ada bagian-bagian dari percabangan evolusi yang masih belum bisa diungkap.

Ketika kajian jauh begerak ke masa lalu, semakin sulit melakukan analisis karena minimnya bukti berupa fosil.

Salah satu bagian yang secara umum "masih gelap" adalah, pada titik mana dalam sejarah, manusia berjalan dengan menggunakan dua kaki sedangkan simpanse menggunakan empat anggota badan untuk bergerak.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya