Saat hasil pertandingan membuahkan kekalahan di pihak Arema, sejumlah suporter Arema memasuki lapangan setelah peluit panjang berbunyi. Petugas keamanan menghalau suporter yang menyerbu lapangan dengan gas air mata, termasuk menembakkannya ke arah tribun. Penonton pun panik dan berdesakan untuk keluar stadion.
Akibat kejadian ini, lebih dari 130 orang tewas, termasuk dua anggota polisi yang bertugas dalam pengamanan. Mereka adalah Briptu Fajar Yoyok Pujiono dari Polsek Dongko dan Bripka Andik Purwanto dari Polsek Sumbergempol, yang bertugas mengamankan bagian tribun selatan stadion.
3. 5 Polisi Gugur dalam Tragedi Mako Brimob
Dipicu oleh amukan seorang narapidana terorisme yang belum juga menerima makanan yang dititipkan keluarga kepada salah seorang petugas, para napi teroris melakukan perlawanan kepada aparat. Tidak saja berhasil menguasai tiga blok sel dan 30 pucuk senjata, para narapidana teroris itu juga menyandera enam polisi.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (8/5/2018), malam hari. Dari enam polisi yang disandera, lima di antaranya meninggal dunia. Sebagian besar dari korban tewas di pihak polisi mengalami luka yang sangat dalam di bagian leher akibat senjata tajam.
Kelima polisi gugur adalah Bripda Syukron Fadhli, Ipda Yudi Rospuji, Briptu Fandy, Bripka Denny, Bripda Wahyu Catur Pamungkas, yang masing-masing diberi pangkat anumerta. Dalam peristiwa itu, seorang narapidana juga tewas akibat tembakan. (Litbang MPI/Rahmi Rizal)
(Erha Aprili Ramadhoni)