JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy meminta kepada masyarakat agar tetap waspada bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor saat libur Natal dan Tahun Baru 2023.
“Yang harus kita waspadai justru masih adanya intensitas bencana yang bisa saja terjadi, terutama yang berkaitan dengan hidrometeorologi,” ungkap Muhadjir di Istana Wapres, Selasa (20/12/2022).
Mengingat, menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah melaporkan hingga saat ini 84% wilayah Indonesia yang memasuki musim hujan. Bahkan, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan puncak musim hujan diprakirakan akan terjadi pada bulan Desember 2022 sampai dengan Januari 2023 mendatang.
BACA JUGA:Jelang Nataru 2023, Wapres: Tetap Hati-Hati dan Waspada Covid-19
Pada kesempatan itu, Menko PMK juga mengatakan berdasarkan hasil analisis Kemenkes, BNPB juga Mendagri bahwa kondisi Covid-19 relatif landai sehingga pemerintah lebih percaya diri untuk menyongsong Nataru.
“Jadi berdasarkan analisis dan kajian dari Kementerian Kesehatan dan BNPB, kemudian diperkuat Surat Edaran yang dikeluarkan oleh pak Mendagri, kondisi Covid-19 kita relatif landai dan ditetapkan level 1 di seluruh Indonesia,” paparnya.
“Dengan kondisi itu kita lebih percaya diri untuk menyongsong Natal dan Tahun Baru ini dengan membuka berbagai macam aktivitas lebih leluasa, lebih longgar, agar kegiatan beribadah lebih khusyuk, lebih hikmat, tidak ada pembatasan tentu juga aktivitas-aktivitas dalam rangka merayakan Natal maupun Tahun baru lebih leluasa,” tambahnya.
BACA JUGA:Nataru, Pelaku Perjalanan Belum Vaksin Wajib Tunjukkan Surat Keterangan dari Puskesmas
Selain itu, Menko PMK juga mengatakan dengan perayaan Nataru yang lebih longgar diharapkan segera memulihkan geliat ekonomi.
“Dan itu terkait erat dengan kita segera memulihkan kondisi ekonomi nasional kita yang ini merupakan tugas dari Menteri Keuangan, dan saya cuma mendukung saja, supaya geliat ekonomi kita bergairah selama Nataru termasuk juga destinasi wisata terbuka dengan longgar,” tandasnya.
(Awaludin)