JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta meminta masyarakat tidak panik atas kemunculan varian Covid-19 Omicron BF.7 yang juga terjadi di China dan beberapa negara lainnya. Diketahui saat ini telah ditemukan tujuh kasus varian Omicron BF.7 di Ibu Kota.
"Apa pun variannya tidak perlu panik, semua akan terkendali dengan mempertahankan cakupan vaksinasi booster yang tinggi untuk mempertahankan tingginya imunitas penduduk," kata Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinkes DKI, Ngabila Salama saat dikonfirmasi, Jumat (30/12/2022).
"Cegah sakit dengan disiplin bermasker dimana pun. Cegah kematian dengan vaksinasi booster dan segera pcr atau antigen ke puskesmas jakarta gratis untuk yang bergejala covid utamanya usia 40 tahun ke atas atau yang memiliki komorbid berat," tambahnya.
BACA JUGA:Perayaan Malam Tahun Baru Dibayangi Omicron BF.7, Ini Kata Pj Gubernur DKI
Ngabila juga mengajak masyarakat agar tidak pasrah, sebab vaksin dapat mencegah kematian dan terjadinya long Covid-19.
"Ayo jangan pasrah, kita harus bertahan hidup. Vaksin adalah helm kita untuk mencegah kematian dan long covid jika terkena Covid-19," tuturnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengungkap telah ditemukan 7 kasus Covid-19 varian Omicron BF.7 di Ibu Kota. Diketahui data Nasional varian BF.7 telah ditemukan 15 kasus.
BACA JUGA:Pemprov DKI Temukan 2 Kasus Varian Covid-19 Omicron BF.7, tapi Pasien Sudah Dinyatakan Sembuh
"Sudah ditemukan 7 kasus BF.7 di Jakarta dari total 15 kasus BF.7 di Indonesia, dengan ini disampaikan bahwa 7 kasus tersebut kami mendapatkan informasi 29 Desember 2022 malam hari dari Kemenkes RI," pungkasnya.
(Awaludin)