Marsh mengungkapkan bahwa sejak tumbuh dewasa, ia dikelilingi oleh orang-orang yang giat untuk diet. Bahkan, kedua orang tuanya juga menderita penyakit gangguan makan, dengan ayahnya menderita bulimia dan ibunya menderita anoreksia saat remaja.
"Semua orang di keluarga saya terus-menerus mengikuti tren diet yang berbeda mencoba menurunkan berat badan dan pola pikir itu tertanam dalam diri saya secara tidak sengaja. Saya tidak pernah merasa cukup baik di tubuh saya sendiri," ungkapnya.
Selain itu, hak tersebut juga didukung lingkungan Marsh ketika teman-temannya mulai berkencan dan salah mengasosiasikan perihal cinta.
"Tidak ada yang mau berkencan denganku pada usia itu. Kupikir tidak ada yang akan mencintaiku jika aku tidak kurus," tambahnya.
Penyebab lain ialah saat Lora menemukan situs web pro-ana dan pro-mia (pro-anoreksia dan pro-bulimia). Situs-situs ini mempromosikan perilaku mematikan yang mendorong gangguan makan, seperti menasihati penderita untuk menghindari makanan, tips untuk membatasi kalori secara ketat, atau teknik menyembunyikan muntah secara diam-diam setelah makan.