Pasalnya, pemerintahan Sri Lanka mengumumkan gagal bayar utang luar negeri alias default. Per akhir 2021, utang luar negeri Sri Lanka mencapai USD 50,72 miliar (setara Rp 732 triliun), atau mencapai 60,85 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Nilai tersebut termasuk kewajiban pembayaran utang Sri Lanka ke China yang mencapai hampir USD 2 miliar.
3. Bhutan (Rp 49 juta)
Masyarakat Bhutan menguntungkan perekonomiannya pada pertanian, peternakan, dan kehutanan. Sekitar 60% masyarakat Bhutan mengelola pertanian, peternakan, dan kehutanan. Meski menjadi negara tidak berkembang di dunia, Bhutan menjadi negara terkaya di Asia Selatan.
Bhutan memiliki keterikatan dengan India dalam perekonomian. Pasalnya, negara ini mendapat bantuan keuangan dari India. Bhutan juga sangat bergantung dalam pembangunan industri rumah dan konstruksi umum dengan India.
Demikian negara-negara wilayah Asia Selatan paling kaya.
(RIN)
(Rani Hardjanti)