JAKARTA - Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan bahwa pengabdian Prabowo Subianto tidak pernah usai untuk bangsa dan negara hingga kini dan sepanjang hidupnya.
"Kalau beliau jadi Presiden inilah yang akan beliau lakukan. Beliau selalu ingin mengabdi untuk rakyat, bahkan di usia yang tidak muda lagi beliau ingin tetap memperjuangkan rakyat miskin, pengangguran, dan orang-orang yang terpinggirkan," kata Muzani saat menghadiri acara konsolidasi bersama pengurus DPC Gerindra Kota Bandung, Sabtu (14/1/2023).
Dalam rangka menyambut HUT Partai Gerindra ke-15 pada 6 Februari mendatang, Muzani meminta seluruh kader Gerindra untuk terus berbuat baik kepada rakyat.
Baca juga: Tepis Hubungan Merenggang, Prabowo - Sandi Ngopi Santai Bahas Isu Kebangsaan
Dia mengatakan bahwa sesuai arahan Prabowo, kader Gerindra tidak boleh puas dengan prestasi partai hari ini sebagai partai kedua terbesar di Indonesia dan Partai Gerindra harus menjadi pelopor pengentasan kemiskinan di bumi Pertiwi.
Baca juga: Sandiaga Bertemu Prabowo, Tegaskan Loyalitasnya pada Gerindra
"Perjuangan kita tidak boleh berhenti sampai di sini. Kita tidak boleh puas hanya menjadi partai kedua terbesar di Indonesia. Kita akan terus berjuang sampai Prabowo jadi presiden. Untuk apa kekuasaan menjadikan Prabowo sebagai presiden? Untuk apa kekuasaan yang ingin kita raih? Catat omongan saya, untuk apa 15 tahun sampai sekarang kita menantikan kekuasaan agar Prabowo presiden?," ujar Muzani.
"Jabatan presiden itu akan dimaksudkan untuk membela dan mengurus kaum miskin. Mengurus orang yang lemah, orang yang terpinggirkan. Tukang bakso, kuli bangunan, pengangguran, buruh, petani, nelayan, pensiunan, tenaga honorer, tukang ojek, mereka harus diurus. Siapa yang membela mereka kalau bukan kekuasaan. Inilah maksud kekuasaan yang ingin kita raih untuk membela orang-orang yang lemah seperti itu," imbuh Wakil Ketua MPR itu.