Mengenal Letjen Arif Rahman, Dankodiklatad yang Baru

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis
Jum'at 20 Januari 2023 14:38 WIB
Letjen Arif Rahman (foto: dok ist)
Share :

JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono melakukan mutasi dan promosi jabatan di tiga matra TNI. Dalam kebijakan terbaru, sebanyak 52 perwira menengah (pamen) berpangkat kolonel dari tiga matra yakni AD, AL, dan AU mendapat jabatan baru yang merupakan promosi bintang satu atau Brigjen TNI.

Mutasi tersebut tertuang dalam Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/48/I/2023 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia yang ditetapkan Panglima TNI pada 16 Januari 2023.

Salah satu perwira tinggi yang terkena mutasi di internal TNI, yaitu Letjen TNI Arif Rahman. Sebelumnya, Letjen Arif Rahman menjabat Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri atau Pussenif (Danpussenif) TNI AD, dan sekarang menjabat Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Dankodiklatad).

 BACA JUGA:KPK: Kerugian Negara Kasus Kapal Angkut TNI AL di Kemenhan Capai Puluhan Miliar

Berikut profil Dankodiklatad Letjen Arif Rahman, dikutip dari kodiklat-tniad.mil.id, Jumat (20/1/2023).

Letjen Arif Rahman merupakan putra dari pasangan Bapak Abad Supardi dan Ibu Entin Sutini yang lahir di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung pada tanggal 22 April 1966.

Pada masa kecilnya hingga dewasa, Arif terbiasa hidup di desa dan selalu dalam lingkungan keluarga yang kuat akan nilai dan norma agama, sehingga Arif tumbuh besar menjadi pribadi yang ramah, mudah bergaul seperti yang tercermin dalam tubuh TNI hingga kini.

Sebelum menempuh pendidikan militer, Arif telah lebih dulu mencoba pendidikan umum seperti SD Ciparay, SMP Ciparay dan pada tahun 1985 Arif lulus dari SMA 4 Bandung. Setelah lulus dari SMA tepatnya tahun 1985 Arif Rahman mencoba mendaftar di Perguruan Tinggi Negeri yaitu IKIP yang saat ini menjadi Universitas Pendidikan Indonesia atau UPI dan juga sekaligus mendaftar di pendidikan AKMIL.

 BACA JUGA:Profil JM Pattiasina, Jenderal TNI Perintis Pembentukan Pertamina

Gayung pun bersambut, bak pucuk dicinta ulampun tiba Arif berhasil mendapatkan kedua tiket pendidikan tersebut, sehingga Arif harus memutuskan untuk memilihnya. Setelah beberapa pertimbangan baik dirinya dan kedua orang tuanya tepat pada tahun 1996 Arif melanjutkan di Akademi militer sampai tahun 1988, Suslapa I/II Infanteri 1995. Sus Danyonif 2003, Sus Dandim 2007, Sesko TNI 2011 dan terakhir Lemhannas RI 2015.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya