3. Thailand
Thailand memiliki nilai HDI sebesar 0,800 yang dikategorikan menjadi negara maju. Namun, kinerja ekonominya masih rendah sehingga tetap dikategorikan sebagai negara berkembang.
Pendapatan rata-rata tahunannya yang dimiliki negara ini sebesar USD7.090 atau sekira Rp106 juta.
4. Indonesia
Walaupun Indonesia sudah tergolong sebagai negara industri baru, Indonesia dikategorikan sebagai negara berkembang karena kinerjanya ekonominya yang rendah.
Dari pendapatan rata-rata, negara ini menempati urutan ke-127 dengan USD4.180 atau sekira Rp62 juta per tahun.
5. Vietnam
Negara ini memiliki nilai HDI sebesar 0,703 sehingga masih dikategorikan sebagai negara berkembang. Walaupun demikian, Vietnam menjadi negara yang berkembang pesat dengan ekonominya yang membaik dibanding sebelumnya.
Dari pendapatan rata-ratanya pun, negara ini menjadi negara penghasilan menengah ke bawah dengan USD3.590 atau sekira Rp53 juta per tahun.
6. Filipina
Walaupun negara ini memiliki pasar industrialisasinya meningkat, Filipina masih dikategorikan sebagai negara berkembang menurut IMF karena pendapatan per kapita rata-rata jauh lebih rendah daripada negara maju
Pendapatan rata-rata tahunannya yang dimiliki negara ini sebesar USD3.550 atau sekira Rp106 juta.
7. Laos
Laos dikategorikan sebagai negara berkembang karena situasi politik, keuangannya, infrastruktur yang tidak memadai, dan sebagian tenaga kerja yang tidak terampil.
Dari pendapatan rata-rata, negara ini memiliki USD2.500 atau sekira Rp53 juta per tahun.