Protes Reformasi Pensiun yang Kontroversial, 500.000 Pekerja Gelar Aksi Mogok Massal Kedua

Susi Susanti, Jurnalis
Kamis 02 Februari 2023 10:11 WIB
Ribuan orang gelar aksi mogok massal di Prancis (Foto: Antara/Xinhua)
Share :

Lalu lintas perkeretaapian sangat terganggu. Banyak perjalanan dibatalkan, khususnya untuk kereta regional dan kereta yang melayani rute pinggiran kota Paris.

Pada hari yang sama, hanya satu dari tiga kereta cepat TGV yang beroperasi, dan hampir tidak ada kereta antarkota serta hanya dua dari sepuluh kereta regional yang beroperasi.

Para pekerja di perusahaan listrik terbesar Prancis EDF juga melanjutkan aksi mogok. Tingkat pekerja yang mengikuti aksi mogok di EDF mencapai 40,3 persen pada tengah hari, seperti disampaikan manajemen perusahaan tersebut.

Pekerja sektor pendidikan juga turut dalam aksi unjuk rasa. Tingkat guru yang melakukan aksi mogok mencapai 25,92 persen, kata Kementerian Pendidikan Prancis.

Pada 10 Januari lalu, Perdana Menteri (PM) Prancis Elisabeth Borne memaparkan rincian rencana pemerintah yang kontroversial mengenai reformasi pensiun, yang secara progresif akan menaikkan usia pensiun resmi sebanyak tiga bulan dalam setahun dari 62 menjadi 64 tahun pada 2030.

Selain itu, Pemerintah Prancis akan memberlakukan pensiun minimum yang dijamin, di mana seseorang harus bekerja selama 43 tahun agar memenuhi syarat untuk mendapatkan dana pensiun secara penuh.

(Susi Susanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya