Masa keemasan Gadjah Mada berada ketika masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Gadjah Mada dianggap sebagai mencipta dan pengatur strategi perang yang sangat andal. Salah satu strategi andalannya adalah Sapit Urang, yang menempatkan prajurit ke dalam beberapa pasukan. Ada pula Emprit Neba, di mana pasukan akan menempati posisi seperti burung gelatik. Strategi ini umumnya digunakan ketika pasukan sudah merasa terpojokkan, namun harus tetap melawan untuk mencapai kemenangan.
3. Raja Jayabaya
Jayabaya merupakan Raja Kerajaan Panjalu tahun 1135 hingga 1159. Jayabaya terkenal karena berhasil membuat Kerajaan Panjalu mencapai kejayaan. Di sisi lain, Jayabaya juga memiliki kemampuan meramal yang sangat mahir. Ramalan-ramalan tersebut tertuang dalam tulisan terkenalnya berjudul ‘Ramalan Jayabaya’.
Beberapa ramalan Jayabaya yang nyatanya benar adalah mengenai kereta api, pendangkalan sungai, dan pesawat terbang yang kini ada di Indonesia.
“Besok kalau sudah ada kereta berjalan tak berkuda, tanah Jawa berkalung besi, perahu berjalan di atas angkasa, sungai kehilangan lubuknya, pasar hilang kumandangnya. Itulah tanda bahwa zaman Jayabaya makin dekat. Bumi makin ciut, sejengkal tanah diberi pajak, kuda makan sambal, perempuan berpakaian laki-laki, itulah pertanda, bahwa orang sampai di zaman yang terbolak-balik,” begitu bunyi ramalan Jayabaya.
(Nanda Aria)