RSLI Beroperasi, EMT Indonesia Mulai Layani Warga Korban Gempa di Turki

Tim Okezone, Jurnalis
Jum'at 17 Februari 2023 07:28 WIB
EMT Indonesia melayani korban gempa di Turki (Foto: Dok BNPB)
Share :

 

JAKARTA – Tim Darurat Medis atau Emergency Medical Team (EMT) Indonesia mulai memberikan pelayanan kesehatan kepada warga di Kota Hassa, Provinsi Hatay, Turki, pada Kamis 16 Februari 2023. Warga yang berobat adalah pasien rawat jalan.

Saat beroperasi, setidaknya ada 23 pasien yang datang berobat ke Rumah Sakit Lapangan Indonesia (RSLI) hingga pukul 21.00 waktu setempat. Untuk pelayanan yang diberikan, masih untuk rawat jalan.

BACA JUGA:Pemerintah Masih Cari 2 WNI yang Hilang Pasca-Gempa Dahsyat Turki-Suriah 

Kendati, fasilitas lain juga sudah terpasang. Namun, masih perlu menunggu persetujuan dari dinas kesehatan Kota Hassa.

“Kamar operasi lapangan sudah tersetting dengan kapasitas 1 operasi dengan general anaesthesia atau GA,” ujar dr. Corona, tim dokter dari Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) melalui keterangan tertulisnya.

Menurut Dokter Corona, kamar tersebut juga dapat melakukan 1 operasi dengan local anaesthesia atau regional anaesthesia secara bersamaan. Pengoperasian RSLI sangat diharapkan Pemerintah Kota Hassa pascagempa M7,8 yang terjadi pada 6 Februari 2023.

BACA JUGA:Wapres Maruf Amin dan KSAD Akan Peringati Isra Miraj di Cianjur, Beri Semangat Korban Gempa 

Bahkan, sehari sebelumnya, pada Rabu 15 Februari 2023, Wali Kota Hassa Osman Acar mengungkapkan, bahwa pasien akan diarahkan pada pelayanan medis EMT Indonesia.

“Pasien ibu melahirkan dan warga yang trauma akibat kejadian gempa akan dialihkan ke sini (RSLI),” ujarnya saat berada di rumah sakit lapangan.

RSLI yang dioperasikan EMT memiliki beberapa tempat fasiltias, seperti ruang tunggu, triase, operasi, farmasi hingga tenda beristirahat para tenaga medis dan relawan. Kemudian, ada 27 tenda terpasang di lahan sekitar 2 hektar di wilayah Hassa. Sejumlah tenda tersebut kontribusi dari BNPB, Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, PMI dan MDMC.

Hassa merupakan salah satu kota yang terdampak parah gempa M7,8. Kota ini memiliki populasi sekitar 40.000 jiwa. Pascagempa, dua rumah sakit yang ada di daerah ini kewalahan untuk menangani warga setempat. Satu rumah sakit di Hatay tidak mampu melakukan tindakan operasi pasien.

Gubernur Hatay Ziya Polad menyatakan, keberadaan bantuan medis Indonesia diharapkan dapat meringankan pelayanan kesehatan pada dua rumah sakit wilayahnya. Ia menambahkan salah satu fasilitas kesehatan tidak dapat memfungsikan ruang operasi yang dibutuhkan untuk penanganan warga gempa maupun pasien lain di kotanya.

EMT tipe 2 yang dimiliki Indonesia ini dikoordinasikan Kementerian Kesehatan. Sebanyak 119 personel yang tergabung dalam EMT terdiri dari Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, PAEI, PMI, MDMC, Dompet Dhuafa dan perhimpunan profesi dokter.

Para dokter maupun tenaga medis lain dibantu tenaga penerjemah dari mahasiswa Indonesia yang belajar di Turki saat memberikan pelayanan kepada warga.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya