JAKARTA - Banjir yang menggenangi wilayah pemukiman di RT 05/011 Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, telah berlangsung selama lima hari berturut-turut. Hujan yang terus mengguyur menambah genangan air di lokasi.
Ketua RW 11, Iput Purwanto menyampaikan tidak adanya sistem drainase dan saluran air, mengakibatkan debit genangan air tidak mengalir di lokasi pemukiman tersebut.
BACA JUGA:Toilet Meledak di Duren Sawit, Warga Terluka
Ia menuturkan, warga sekitar sudah diimbau untuk mengevakuasi dari lokasi, namun sebagian tetap bertahan.
"Kami sudah meminta warga untuk mengungsi dari tempat ini. Sebenarnya sejak hari kedua, kami sudah hadirkan Damkar untuk menyedot air selama dua hari berturut-turut, kemudian hari ketiga, Dokter. Kemudian bantuan dari PMI, BPBD DKI, Kelurahan, Koramil dan Kecamatan sudah memantau ke sini," ujar Iput saat meninjau lokasi banjir, Jumat (3/3/2023).
BACA JUGA:Gempa M5,1 Guncang Bengkulu, BPBD Belum Terima Laporan Dampak Kerusakan
Iput menuturkan ketinggian banjir yang menerpa 10 rumah tinggal tersebut saat ini diperkirakan mencapai 30 cm. Sebelumnya, ia mengatakan ketinggian air bahkan bisa menyentuh 85 cm.
"Puji syukur, ini sekarang kita masih bisa turun kembali ke banjir disini. Sebetulnya di tempat saya berdiri disini, banjir ini bisa setinggi 80 sampai 90 cm," katanya.
Sementara itu, Salah satu warga RT 05, Diah (34) mengaku pasrah dengan kondisi genangan air yang setinggi betis orang dewasa tersebut. Ia mengaku genangan tak kunjung surut sejak lima hari belakangan.
"Setahu saya baru tahun ini banjirnya, ini sudah hari kelima pokoknya dari malam jumat kemarin sampai malam jumat ini," ujar Diah di teras rumahnya.
Diah mengaku pasrah atas kondisi banjir yang masih menerpa kediamannya. Dia menyampaikan, lantaran tidak ada tempat untuk mengungsi, dirinya beserta keluarga tetap bertahan menanti surutnya genangan tersebut.
"Yaa kalau mengungsi, mau kemana yaa. Yasudah bertahan saja disini, mau gimana lagi. Memang musim hujan, yaudah mau diapain lagi," katanya.
Diketahui, banjir yang kurang lebih setinggi 35 cm tersebut menyerang lantaran lokasi pemukiman tidak memiliki sistem drainase dan saluran air. Kondisi banjir yang tak kunjung surut bahkan sempat disedot oleh Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur. Akan tetapi karena hujan tetap hadir, banjir pun tak kunjung surut.
(Nanda Aria)