JAKARTA - Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi permasalah cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini.
Koordinator Laboratorium Pengelolaan Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Budi Harsoyo mengatakan bahwa modifikasi cuaca dilakukan untuk memindahkan curah hujan supaya tidak fokus di satu titik.
Di Indonesia sendiri TMC pertama kali muncul pada masa Presiden Soeharto. Dimana saat itu Presiden Soeharto melihat pertanian di negara Thailand lebih maju dibandingkan dengan pertanian Indonesia.
Kemudian B.J. Habibie mempelajari TMC atas perintah dari Presiden Soeharto. Sehingga pada tahun 1977 dimulailah proyek percobaan hujan buatan di Indonesia dengan didampingi asistensi dari pihak Thailand.
“Dulu memang awalnya TMC ini dikembangkan untuk mendukung sektor pertanian, mengisi waduk-waduk strategis yang berfungsi untuk memberikan air irigasi untuk sektor pertanian. Baru saat meningkatnya kejadian bencana TMC kemudian dimanfaatkan untuk hal-hal lain.” ungkap Budi Harsoyo dalam Special Dialogue, Senin (6/3/2023).
Kini, modifikasin cuaca digunakan bukan hanya untuk pertanian, tapi bisa juga untuk meminimalisir dampak cuaca ekstrem, dengan "mempercepat" turunnya hujan agar uap air tak menumpuk dan menyebabkan hujan hingga bencana hidrometeorologi.
(Khafid Mardiyansyah)