JAKARTA - Jagat selebriti kembali geger. Kali ini, aktor kondang Ammar Zoni ditangkap polisi terkait kasus penyalahgunaan narkoba.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Ammar Zoni ditangkap oleh Polres Metro Jakarta Selatan. "Saya membenarkan, bahwa AZ ditangkap," ujar Trunoyudo saat dikonfirmasi awak media, Jumat 10 Maret 2023.
Berikut fakta-faktanya:
1. Ammar Zoni Ditangkap di Sentul
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Ammar Zoni ditangkap di daerah Sentul, Jawa Barat pada Rabu 8 Maret 2023 lalu.
Ada barang bukti narkoba yang disita polisi dari tangan Ammar Zoni.
2. Ammar Zoni Diperiksa Polres Jaksel
Ammar Zoni menjalani pemeriksaan secara intensif oleh penyidik Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan.
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Ade Ary Syam Indradi membenarkan penangkapan tersebut. "Benar dan asih kita periksa," ujarnya.
3. Polisi Sita 1 Gram Sabu saat Tangkap Ammar Zoni
Polres Metro Jakarta Selatan melakukan penangkapan tehadap Artis Ammar Zoni terkait dugaan penyalahgunaan narkotika. Sabu disita dari tangan Ammar Zoni.
"Sabu (terkait penangkapan Ammar Zoni) ," kata Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Achmad Ardhy, Jakarta, Jumat 10 Maret 2023.
Achmad mengungkapkan bahwa, jajarannya menyita barang bukti narkotika jenis sahu seberat 1 gram saat melakukan penangkapan. "Satu gram lebih (sabu disita)," ujarnya.
4. Ammar Zoni Ditangkap untuk Kedua Kalinya
Ammar Zoni bukan kali pertama terjerat narkoba. Sudah dua kali Ammar Zoni diamankan polisi terkait kasus narkoba. Ia diketahui sempat ditangkap oleh Polres Metro Jakarta Pusat pada Juli 2017 dengan barang bukti ganja kering 39,1 gram.
Ammar Zoni tidak menjalani penahanan. Namun, langsung diarahkan untuk menjalani rehabilitasi di BNN.
5. Ammar Zoni Dapat Narkoba dari Kampung Boncos
Kampung Boncos kembali jadi sorotan setelah penangkapan Ammar Zoni. Aktor tersebut diketahui mendapatkan barang haram dari lokasi tersebut.
Kampung Boncos terkenal sebagai lokasi kampung narkoba di Kelurahan Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat.
Kampung Boncos berdiri pada pertengahan 1996 saat premanisme tengah marak di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Beberapa preman hijrah ke Kampung Boncos dengan membawa narkoba jenis putau dan heroin.
Seiring perkembangannya, pergerakan narkoba di kampung ini kian meluas dan membesar. Dari awalnya hanya menjadi lokasi jual-beli heroin, Kampung Boncor bertransformasi jadi tempat penjualan metamfetamin atau sabu.
(Arief Setyadi )