Diamuk Massa, Terduga Pencuri Tewas dengan Luka Patah Tulang

Dede Febriansyah, Jurnalis
Selasa 04 April 2023 15:07 WIB
Illustrasi (foto: freepick)
Share :

MUSI RAWAS - Seorang terduga pencurian, Anton tewas diamuk massa di Desa Q1 Tambah Asri, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas (Mura), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Kasat Reskrim Polres Musi Rawas, AKP Muhammad Indra Prameswara mengatakan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti kronologis kejadiannya. Sebab, pada saat anggota tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekira pukul 02.30 WIB, petugas sudah melihat diduga pelaku pencurian sudah dalam kondisi tergeletak di jalan tidak sadarkan diri.

"Melihat kondisi tersebut, selanjutnya terduga pelaku di bawa ke Rumah Sakit Muara Beliti, dan dinyatakan oleh tenaga medis sudah dalam kondisi meninggal dunia," ujar AKP Indra, Selasa (4/4/2023).

Terkait identitas terduga pelaku, Indra mengaku, jika sejauh ini yang diketahui hanya namanya, yakni Anton. Dan saat ini jenazah sudah di bawa keluarga pelaku.

"Namanya Anton, jenazah terduga pelaku saat ini sudah dibawa oleh keluarganya," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan RSUD Muara Beliti, Jerolyn mengatakan, bahwa terduga pelaku masuk ke RSUD Muara Beliti sekitar pukul 04.09 WIB pagi yang dihantarkan oleh petugas kepolisian.

Menurut Jerolyn, setibanya di rumah sakit, pihaknya sempat melakukan pemeriksaan terhadap jasad Anton, namun ternyata sudah tidak bernafas lagi.

"Pada saat sampai ke rumah sakit tidak ada nafasnya lagi. Kemudian dilakukan pemeriksaan diluar badan," jelasnya.

 BACA JUGA:

Dijelaskannya, dari hasil pemeriksaan terdapat sejumlah luka terbuka di bagian kepala, kemudian luka di tangan kanan dan kedua kaki dan mengalami patah tulang.

"Untuk penyebab kematian belum diketahui secara pasti, karena untuk mengetahuinya harus dilakukan pemeriksaan dalam atau autopsi. Sementara kita tidak melakukannya," jelasnya.

Menurut Jerolyn, jika dilihat dari banyaknya luka di tubuh terduga pelaku pencurian tersebut, kemungkinan Anton meninggal akibat pendarahan.

"Pukul 07.00 WIB jenazah dijemput keluarganya pakai mobil ambulans desa," jelasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya