Mereka terpaksa segera melakukan gerakan mundur, sehingga memberi kesempatan kepada orang Portugis untuk menyerang, dan menimbulkan kerugian lebih berat di pihak pasukan Jawa. Pada saat itu, kekhawatiran akan kembalinya orang Aceh yang tidak begitu disukai oleh orang Jawa itu merupakan faktor penting.
Di sekitar Malaka saja dapat ditemukan 7.000 makam orang Jawa, tetapi kekalahan seluruhnya diperkirakan sebesar dua pertiga dari kekuatan angkat dari Jepara. Pengepungan atas pasukan Portugis berlangsung tiga bulan. Demikianlah Ratu Jepara sampai 1574, bukan saja kaya raya, tetapi juga sangat berkuasa.
Perhatian sang ratu tertuju karena ada hubungan ikatan ekonomi antara kota dagang Malaka dengan Jepara. Apalagi pelabuhan besar seperti Malaka dibutuhkan pengekspor beras yang dibutuhkan Malaka.
(Awaludin)