Kisah Ki Ageng Pengging yang Memilih Mati Daripada Menghadiri Pengukuhan Sultan Demak

Solichan Arif, Jurnalis
Minggu 23 April 2023 08:15 WIB
Ki Ageng Pengging/Foto: Istimewa
Share :

BLITAR - Penolakan Ki Ageng Pengging atau Kebo Kenanga atas undangan pengukuhan Trenggono sebagai Sultan Demak Bintoro membuat penguasa baru tanah Jawa itu berang.

Sebelumnya, Ki Ageng Pengging sudah tiga kali menolak datang ke Demak. Mulai beralasan menunggu kepulangan Kebo Kanigara, kakaknya yang bersemedi di Gunung Merapi, hingga berterus terang enggan datang.

Penguasa Demak menganggap Pengging telah membangkang. Ia juga disyak wasangkai tengah menyusun kekuatan untuk makar. Sebab bagaimanapun Pengging adalah cucu Brawijaya V, Raja Majapahit terakhir yang telah diruntuhkan Demak.

Juga murid kinasih Syekh Siti Jenar, ulama penyebar Islam yang telah berselisih dengan Wali Songo dan dijatuhi hukuman mati. Yang tidak dimengerti oleh penguasa Demak, Ki Ageng Pengging sudah memutuskan menjauhi kekuasaan, termasuk melepas gelar kebangsawanan.

Ia melakukan “bunuh diri” kelas. Dari kehidupan priyayi agung beralih menjadi rakyat jelata dengan melakukan cara produksi lazimnya petani, yakni bercocok tanam.

Karenanya ia menolak hadir dalam pengukuhan Trenggono sebagai Sultan Demak Bintoro, menggantikan Pati Unus atau Pangeran Sabrang Lor yang mati muda. Ia memilih tenggelam dalam dzikir dan tafakur di langgarnya.

“Cara hidup dan tingkah laku keseharian (Ki Ageng Pengging) tidak mencerminkan sebagai seorang cucu raja besar, namun ia ganti dengan cara hidup seorang santri,” demikian dikutip dari buku Jalan Gila Menuju Tuhan (2013).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya