LAMPUNG - Sejumlah pemudik menggunakan kendaraan roda dua di pelabuhan Bakauheni, diduga mengamuk. Lantaran terlalu lama menunggu antrian hendak menuju ke dalam kapal Ferry tengah bersandar di dermaga.
Kejadian ini terjadi Rabu (26/4/2023) Pukul sekitar 18.00.WIB, awalnya petugas tengah melakukan pengaturan lalulintas di jalur sepeda motor. Hanya saja tak berselang lama, ketika giliran motor-motor tersebut keluar, lalu diarahkan kedalam kapal.
Tetapi sekitar sepuluh petugas, baik dari unsur PT. ASDP Ferry (Persero) dan Polisi dari Polres Lampung Selatan melakukan penutupan area. Sehingga pemudik hendak menuju ke kapal Ferry langsung mengklakson dan membuat suasana di kawasan Pelabuhan Bakauheni sempat tak kondusif.
Tak tinggal diam, petugas berusaha menjelaskan secara baik-baik kepada pemudik kendaraan roda dua. Sehingga suasana pun kembali normal dan tidak ada lagi kebisingan disekitar Pelabuhan Bakauheni.
Kendati demikian, sempat ditanya disalah satu pemudik, Muhammad (40) asal Palembang tujuan Tigaraksa, Tanggerang. Dia tidak keberatan dengan sistem diterapkan rekayasa lalulintas diterapkan di area pelabuhan Bakauheni.
"Kalau ini agak normal, nggak terlalu panjang. Kalau saya lihat di televisi kayanya terlalu panjang empat kilometer, kenyataannya nggak terlalu," ujar Muhammad kepada MNC Portal Indonesia (MPI) saat ditemui di Kawasan Pelabuhan Bakauheni, Lampung (26/4/2023).
Muhammad mengaku sedikit resah jika kepadatan di jalur roda dua benar-benar menumpuk hingga tiga jam. Tetapi jika tak lebih dari sejam, ia merasa aman selama arus balik lebaran.
"Mungkin tiga jam resahlah ya, kalau setengah jam ya nggak apa-apa,"jelasnya.
Lebih lanjut, Muhammad menjelaskan, sebagai pemudik roda dua, ia cukup puas dengan pelayanan di Pelabuhan Bakauheni. Sebab petugas-petugasnya cukup sigap dalam mengatur rekayasa lalulintas diarea pelabuhan.
"Kalau ini normal-normal aja, pelayanannya baiklah apalagi pengambilan karcis nggak melalui, kami langsung diarahkan kesini jadi puaslah," pungkasnya.
(Awaludin)