Menurut Mujiono, jauh sebelum kerangka manusia ini ditemukan. Warga sekitar perkebunan pernah melihat dan memberi makan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang kerap mondar-mandir di pemukiman dekat TKP.
"Informasi yang kita terima dari warga, ODGJ itu tak pernah bicara dan hanya mondar-mandir di kampung. Namun sudah setahun ini ODGJ tersebut tak pernah kelihatan lagi," tandasnya.
(Qur'anul Hidayat)