Gede Pasek mengaku sudah bertemu berdua dengan Anas Urbaningrum dan sudah meminta langsung kesediaan memimpin PKN.
"Saya sudah bertemu, dan nanti dalam waktu dekat usai urusan pencalegan, saya juga akan ajak semua Kapimda bertemu langsung secara khusus dan pertengahan Juli nanti segera dilakukan peralihan," katanya.
Ketika ditanya setelah jadi Ketum akan menempati posisi apa di partai, Gede Pasek mengatakan posisi tidak penting baginya. "Yang pasti, posisinya mengawal agar Mas AU bisa maksimal memimpin PKN ke depannya," tambah Gede Pasek.
"Arsiteknya orang Bali yaitu Seniman Nyoman Nuartha, tetapi yang memimpin dan mengelola adalah Presiden Jokowi. Ya PKN arsiteknya saya, yang kemudian memimpin mengelola Mas Anas. PKN dan IKN kan beda tipis karena sama-sama Nusantara," kata Gede Pasek sambil tersenyum.
PKN merupakan salah satu parpol termuda yang lolos dan ikut di Pemilu 2024 mendatang. Saat penetapan dan pengambilan nomer urut, PKN mendapatkan nomor urut sembilan. Nomor ini kata Gede Pasek dulu lekat dengan partai asalnya yakni Partai Demokrat.
(Arief Setyadi )