"Kenapa Gus Dur nggak mempromosikan saya sebagai wali ya, Mbah?" kata Said memancing reaksi Gus Dur.
"Lha sampeyan (kamu) kan sudah jadi orang. Gitu aja kok repot!" ujar Gus Dur mengeluarkan kata-kata saktinya sembari tersenyum.
Sementara itu, menurut berbagai sumber, konon asal muasal perkataan 'Gitu aja kok repot bukan sekadar celetukan biasa atau mungkin tak bermakna.
Mukrif Sidqy dalam artikelnya, "Filosofi Gitu Aja Kok Repot!" (2019) dilontarkan Gus Dur dengan sebuah pesan implisit, yakni untuk urusan bersifat duniawi sebaiknya bersikap biasa saja.
Rujukan jargon Gus Dur tersebut kemudian dikaitkan dengan pesan Rasulullah agar umat Islam senantiasa memberikan kemudahan bagi orang lain dan bukannya kesulitan (yasiru wa la tiu'assiru). Intinya, jargon ini mengingatkan kita jika setiap persoalan dunia pasti ada jalan keluarnya sehingga tidak perlu risau.
(Susi Susanti)