Jokowi Perintahkan Kapolri Sikat Oknum yang Bekingi Perdagangan Orang

Raka Dwi Novianto, Jurnalis
Selasa 30 Mei 2023 13:39 WIB
Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Kepresidenan)
Share :

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menindak pihak-pihak yang membekingi (mem-backingi) tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Hal tersebut disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD usai rapat bersama Jokowi dan kementerian lembaga terkait. Menurut Mahfud, TPPO terjadi bisa dikarenakan adanya permasalahan birokrasi dan juga adanya bekingan. 

"Sementara kita sendiri terkadang sudah mengetahui simpul-simpulnya tapi terhambat oleh birokrasi, mungkin juga oleh perbackingan dan sebagainya. Sehingga tadi presiden memerintahkan kepada Kapolri tidak ada backing-backingan karena semua tindakan yang tegas itu di-backing oleh negara," kata Mahfud di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (30/5/2023).

"Tidak ada backing-backingan bagi penjahat, backing bagi kebenaran adalah negara backing penegakan hukum adalah negara," tambahnya.

Presiden pun, kata Mahfud, akan melakukan restrukturisasi Satgas TPPO. Dirinya pun memerintahkan TNI, Polri dan kementerian lembaga terkait untuk membuat langkah cepat dalam menindak perdagangan orang.

"Oleh sebab itu, presiden menyatakan melakukan restrukturisasi Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang. Kemudian, memerintahkan ada langkah-langkah cepat di dalam sebulan ini untuk menunjukkan kepada publik bahwa negara kepolisian negara TNI dan aparat pemerintah yang lain itu bertindak tepat dan hadir untuk ini," kata Mahfud.

Kasus TPPO yang banyak ditemukan, kata Mahfud, yakni warga Indonesia dikirim ke luar negeri menjadi budak, bahkan dianiaya atau terlibat dalam kejahatan. Hal tersebut dikarenakan masih adanya pengiriman tenaga kerja yang ilegal.

"Dan tadi Pak Benny Rhamdani (Kepala BP2MI) melapor kepada presiden pada satu tahun saja mayat yang pulang karena tppo mencapai 1900 orang lebih. Khusus di NTT sampai dengan bulan Mei sejak Januari sampai Mei khusus di NTT saja sudah mencapai 55 orang mayat pulang karena perdagangan orang," kata Mahfud.

Mahfud yang memimpin sidang KTT ASEAN pada bidang politik keamanan, mengaku dititipi oleh para pemimpin ASEAN agar Indonesia mengambil tindakan cepat terkait perdagangan orang.

"Saya kemarin memimpin sidang KTT ASEAN pilar Polkam di situ semua negara ASEAN meminta kepada kita Indonesia agar mengambil posisi kepemimpinan di dalam tindak pidana perdagangan orang ini. Karena bagi mereka tindak pidana perdagangan orang ini sudah begitu mengganggu kehidupan bernegara mereka karena ini adalah kejahatan lintas negara dan sangat rapi kerjanya," kata Mahfud.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya