Raja Ali Haji adalah seorang sastrawan dan ulama besar dari Melayu. Dia lahir pada tahun 1808 di Lingga, Pulau Penyengat, Kepulauan Riau.
Semasa hidupnya, dia banyak menghasilkan hasil karya di bidang seni. Dalam setiap karyanya, Raja Haji Ali tidak pernah meninggalkan ciri khasnya, yakni mengakar pada tradisi kesusastraan Islam serta Melayu, juga kesungguhannya dalam menyajikan sejarah masa lalu disesuaikan dengan tuntutan kondisi di zamannya.
Karyanya yang paling dikenal adalah Gurindam Dua Belas pada tahun 1847. Karya ini menjadi karya tak ternilai bahkan paling menonjol di antara karya yang lain.
BACA JUGA:
Karya sastra Gurindam Dua Belas ini lalu diabadikan di sepanjang dinding bangunan makamnya. Sehingga, setiap pengunjung yang datang dapat membaca serta mencatat mahakarya agung tersebut.
BACA JUGA:
Raja Ali Haji juga dikenal sebagai pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu lewat Kitab Pengetahuan Bahasa yang menjadi kamus ekabahasa pertama di Nusantara. Bahasa Melayu baku inilah yang kemudian dalam Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928 ditetapkan sebagai bahasa nasional.
Atas kontribusinya selama hidup, Raja Haji Ali pun mendapatkan Gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2004 yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono.
(Fakhrizal Fakhri )