Pemerintah Belanda juga membebaskan sejumlah ulama yang ditawan, yaitu Kiai Haji dan Suracqsacksa, dan dibayarkan kembali 5.743 persen rial dan ditukarkan dengan tawanan-tawanan Belanda melalui perantaraan utusan-utusan Tumenggung Wiraguna.
Utusan-utusan itu juga membawa empat butir intan yang indah, yang dipilih sendiri dan telah mereka bayar pula. Di sisi lain ada juga kehadiran utusan dari Tumenggung Mataram yang hadir sekalipun tidak disertai surat. Konon kedatangan mereka hanya memata-matai utusan Tumenggung Wiraguna. Semua orang Jawa ini turut serta dengan Sebalt Wonderaer dalam perjalanannya ke Jawa Tengah.
(Qur'anul Hidayat)