Untung bahwa Kaisar mendengar tentang adanya tuntutan itu. Hal itu disampaikan kepada Raja Majapahit, disertai ucapan: 'Seandainya tuntutan itu atas perintah saya, sudah pasti saya akan mengeluarkan perintah terbuka. Oleh karena itu Sang Raja tidak usah takut. Jika ada orang jahat yang menyalahgunakan nama saya, jangan segera dipercaya.'
Pada waktu itu secara resmi Palembang ada di bawah kekuasaan Majapahit, namun dalam kenyataannya diperintah oleh Cina-cina dari Kanton yang berkuasa di situ, karena Majapahit tidak cukup mempunyai orang yang dapat mewakili Majapahit di Palembang.
Hal itu terjadi pada tahun 1397, ketika ibukota Suwarnabhumi dipindahkan ke Kukang (Palembang), setelah dikalahkan oleh Majapahit. Lantas mengapa Raja Malaka berani melancarkan tuntutan atas Palembang, jawabnya ialah karena pada waktu itu Majapahit di bawah pemerintahan Wikramawardhana terlalu lemah akibat Perang Paregreg.
Di sisi lain, hubungan antara Majapahit dan Cina sedang memburuk. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Megat Iskandar Syah. Bagaimanapun perang Paregreg yang pecah pada tahun 1406, banyak membawa kerugian jiwa manusia dan kerugian harta benda. Dendam kesumat dari kedua belah pihak tidak dapat dielakkan. Hal itu memperlemah Kerajaan Majapahit.
(Awaludin)