Saat Sultan Amangkurat I Kehilangan Wilayah Kekuasaan di Pulau Kalimantan

Avirista Midaada, Jurnalis
Senin 19 Juni 2023 06:57 WIB
Sultan Amangkurat I (Foto: istimewa/Okezone)
Share :

Memang ada alasan bagi Sunan untuk merasa khawatir. Selama pedagang Evert Michielsen singgah di Banjarmasin pada bulan Mei 1661, muncullah di sana dua orang utusan, yaitu dari Sukadana dan Johor. Kerajaan Sukadan dan Martapura membentuk persekutuan ofensif dan defensif untuk melawan Sultan Amangkurat I yang tidak lagi menerima sembah dari Banjar.

 BACA JUGA:

Secara resmi, kedua kerajaan Kalimantan itu pada tahun 1659 menghentikan pemberian sembahnya kepada Sunan. Dapat dimengerti bahwa Sukadana, yang paling lemah, mencari dukungan dari Banjarmasin supaya dapat lebih baik mempertahankan diri dari serangan Mataram.

 BACA JUGA:

Pada bulan Juli tahun 1668 masih terdengar desas-desus di Jepara bahwa Sunan akan memerangi raja Kalimantan dan untuk itu semua pelabuhan besar harus mempersiapkan kapal-kapal perang. Selain Kalimantan, ada juga wilayah Jambi yang akan diperanginya, jika mereka tidak segera datang untuk memberi semba

Ketika itu masih hidup anggapan bahwa kedua kerajaan itu masih di bawah kekuasaan Mataram. Tetapi ternyata pula dari berita ini bahwa mereka sudah lama meninggalkan sikap kepatuhannya pada Sunan. Mobilisasi pelabuhan-pelabuhan lautnya hanya merupakan gertak sambal sang raja belaka.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya