MEDAN – Pemerintah telah memutuskan bahwa mulai hari ini Rabu, 21 Juni 2023, status pandemi Covid-19 berubah menjadi endemi. Alasan pemerintah memutuskan status endemi saat ini dikarenakan angka konfirmasi harian Covid-19 mendekati nihil.
Sebelumnya, pandemi Covid-19 telah memberi pukulan cukup berat pada perekonomian termasuk bagi sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melaporkan, saat pandemi berlangsung terdapat 94,69% UMKM mengalami penurunan penjualan, dimana penurunan dialami oleh 49,01% usaha ultra-mikro, 43,3% usaha mikro, 40% usaha kecil, dan 45,83% usaha menengah. Banyak pelaku UMKM yang terpaksa harus menutup usahanya karena penghasilan masyarakat yang menurun.
Salah satu pelaku UMKM Medan, di Tokopedia, Vivi Tantri, membagikan kisah inspiratifnya saat pandemi melanda Indonesia beberapa waktu lalu.
Saat itu, dia melihat peluang usaha produk essentials oil masih terbuka lebar. Vivi memutuskan untuk membuat dan memasarkan beragam varian essentials oil yang digunakan untuk perawatan kulit, pewangi ruangan, semprotan anti tungau dan bakteri.
“Kami menggandeng ratusan petani lokal untuk mendapat bahan rempah alami seperti ekstrak jahe, cengkeh dan nilam. Kami meminimalkan penggunaan bahan kimia adiktif sehingga aman untuk kulit,” ujar Vivi saat Media Trip Tokopedia di Medan, Sumatera Utara, Rabu (21/6/2023).
Vivi mempekerjakan dua karyawan dan semuanya perempuan. Sementara ratusan petaninya dia berdayakan dari Pulau Jawa dan Sumatera. Ratusan petani ini pun terbantu perekonomiannya di tengah pandemi.
“Usaha saya mengalami peningkatan saat pandemi, karena saat itu banyak masyarakat yang mencari hand sanitizer dan lain sebagainya,” pungkasnya.
Corporate Affairs Senior Lead Tokopedia, Rizky Juanita Azuz menambahkan, selama hampir 14 tahun berdiri, Tokopedia berupaya mempermudah pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM, memulai dan membangun bisnis.
"Sudah ada lebih dari 14 juta penjual di Tokopedia dan hampir 100% pelaku UMKM, termasuk dari Medan, Sumatera Utara. Untuk mendorong kemajuan belasan juta penjual ini, kami melakukan berbagai inisiatif, salah satunya Hyperlocal,” ujar Rizky.
Hyperlocal mendekatkan penjual dengan pembeli di mana pun berada, agar pelaku usaha punya kesempatan sama untuk tumbuh, tanpa harus pindah ke Ibu Kota.
(Fahmi Firdaus )