Kowarteg Ganjar Lakukan Pencegahan Penyebaran DBD di Kemayoran

Raniah Tamarisha, Jurnalis
Senin 17 Juli 2023 16:44 WIB
Relawan Ganjar di Kemayoran Jakarta Pusat
Share :

KEMAYORAN - Relawan Komunitas Warteg (Kowarteg) Indonesia dukung Ganjar membantu masyarakat dengan pencegahan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jalan Benda Timur, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Diketahui, Kementerian Kesehatan RI mencatat, dalam 22 pekan pertama 2023, atau di kisaran periode Januari-Mei, terdapat 35.694 kasus DBD di seluruh Indonesia.

Sekjen Kowarteg Indonesia, Seno Herlangga mengatakan, pihaknya melakukan tiga langkah untuk masyarakat, yakni edukasi perakitan alat fogging sederhana, penyerahan bantuan alat fogging, dan penyemprotan rumah warga serta selokan.

"Pembuatan alat ini kami dari barang-barang bekas atau bisa baru yang tersedia di lingkungan seperti pipa dari untuk ac pipa tembaga, terus ada spray gun, ada pemantik api dan gas, serta ada untuk klem, selang air, dan tadi kami ada obat juga untuk foggingnya sendiri," ujarnya, Senin (17/7/2023).

Dikatakannya, puluhan masyarakat sangat terkesan dengan alat pengasapan atau fogging yang bisa dibuat dengan bahan-bahan sederhana.

Dia berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat berdampak pada pemutusan mata rantai jentik-jentik nyamuk aedes aegypti.

“Kepadatan penduduk seperti kawasan Kemayoran dan perubahan iklim jadi faktor penyebab perkembang biakan nyamuk aedes aegypti sebagai penyebab DBD,” ujarnya.

Dia pun berpesan kepada warga untuk meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan serta menerapkan gerakan menutup, menguras, dan mengubur (3M).

"Sangat bermanfaat untuk warganya mengingat bulan-bulan ini memasuki musim penghujan. Jadi, alangkah baiknya kita sebagai dari tim Kowarteg melaksanakan kegiatan baksos fogging untuk mencegah peningkatan DBD," pungkasnya.

Salah satu tokoh masyarakat, Siti Komala (60) mengaku hadirnya relawan Ganjar dapat menginspirasi masyarakat lain untuk sama-sama menjaga lingkungan, seperti halnya mencegah kasus DBD.

"Kalau alatnya pernah lihat ada yang dijual. Tapi buat lingkungan sini belum ada. Cara pembuatannya belum (tau), baru kali ini. Bermanfaat sekali untuk lingkungan," pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya