Sunarti cukup lama meyakinkan Nasution. Pasalnya, Nasution tak ingin sembunyi sendiri karena khawatir dengan istri dan anak-anaknya. Apalagi, dia kepala keluarga yang seharusnya paling bertanggung jawab menjaga istri dan anak-anaknya.
Namun, ucapan Sunarti pada akhirnya dapat meyakinkan Nasution. Sunarti memastikan kepada suaminya bahwa ia dan anak-anaknya akan baik-baik saja.
BACA JUGA:
"Sudah kamu jangan pikirkan (anak-anak), ini saya yang jaga, kamu selamatkan diri," ujar Sunarti meyakinkan Nasution saat ragu-ragu ketika ingin bersembunyi.
Firasat Sunarti jadi salah satu penyelamat Nasution dari maut. Nasution berhasil lolos dari upaya pembunuhan para pasukan Tjakrabirawa. Pak Nas lolos dari maut dengan bersembunyi di belakang tong kosong yang ada di pekarangan Kedubes Irak, samping rumahnya.
Namun sayang, kejadian malam itu justru merenggut nyawa anak Nasution, Ade Irma Suryani, dan salah satu ajudannya Kapten Pierre Tendean. Ade Irma Suryani meninggal karena tertembus tiga peluru tajam Tjakrabirawa.
Ia meninggal setelah dirawat selama enam hari di RSPAD Gatot Subroto.Sedangkan Kapten Pierre Tendean meninggal dunia diduga ditembak oleh pasukan G30S.
Mayat Kapten Tendean kemudian dibuang ke sumur tua di daerah Lubang Buaya, bersama enam jenderal korban kekejaman G30S lainnya. Pierre Tendean merupakan korban salah sasaran karena dianggap gerombolan pasukan G30S adalah Jenderal AH Nasution.
(Furqon Al Fauzi)