10 Kutipan Bung Hatta tentang Kemerdekaan RI

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Jum'at 04 Agustus 2023 06:15 WIB
Bung Hatta (Foto: Perpusnas)
Share :

MOHAMMAD Hatta, sosok proklamator yang dikenal sebagai putra bangsa yang pintar dan bijaksana. Dia juga menjabat sebagai wakil presiden mendampingi Soekarno dari tahun 1945-1956.

Hatta memiliki kebiasaan membaca buku, tak ayal dirinya memiliki pemikiran yang cerdas dan luas. Sepang terjang Hatta di dunia politik dimulai saat dirinya bergabung dalam organisasi Jong Sumatranen Bond cabang Padang.

Ia menjabat sebagai bendahara. Kehidupan politik Hatta semakin berkembang seiring dengan kontribusinya dalam pertemuan-pertemuan politik.

Hatta aktif menentang imperialisme dan kolonialisme Belanda. Sehingga membuat dirinya kerap ditangkap dan diasingkan. Pasca proklamasi, Mohammad Hatta terpilih sebagai wakil presiden pertama Indonesia mendampingi Soekarno.

Namun, dirinya mengundurkan diri dari jabatannya pada 1956. Ia wafat pada 14 Maret 1980 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Pemikiran dan penuturan Hatta dalam memperjuangkan bangsa akan selalu diingat.

Berikut kutipan-kutipan Bung Hatta mengenai kemerdekaan dihimpun dari berbagai sumber:

1. “Untuk mencapai cita-cita yang tinggi, manusia (pahlawan) melepaskan nyawanya pada tiang gantungan, mati dalam pembuangan, tetapi senantiasa menyimpan dalam hatinya luka wajah Tanah Air yang duka.”

2. “Hari siang bukan karena ayam berkokok, akan tetapi ayam berkokok karena hari mulai siang. Begitu juga dengan pergerakan rakyat. Pergerakan rakyat timbul bukan karena pemimpin bersuara, tetapi pemimpin bersuara karena ada pergerakan.”

3. "Indonesia merdeka tidak ada gunanya bagi kita, apabila kita tidak sanggup untuk mempergunakannya memenuhi cita-cita rakyat kita: hidup bahagia dan makmur dalam pengertian jasmani maupun rohani."

4. “Malahan kita berada pada permulaan perjuangan yang jauh lebih berat dan lebih mulia, yaitu perjuangan untuk mencapai kemerdekaan daripada segala macam penindasan."

5. "Kita boleh merdeka secara fisik, tapi kita masih perlu usaha keras buat mewujudkan manusia bermental baja guna meraih cita-cita bangsa."

6. "Pahlawan yang setia itu berkorban bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita."

7. "Menegakkan kedaulatan rakyat adalah ‘mendidik rakyat’ supaya tahu berpikir, supaya tidak lagi membebek di belakang pemimpin-pemimpin. Supaya keinsafan rakyat akan hak dan harga diri bertambah kuat dan pengetahuannya tentang hal politik, hukum dan pemerintahan bertambah luas."

8. "Indonesia merdeka bukan tujuan akhir kita. Indonesia merdeka hanya syarat untuk bisa mencapai kebahagiaan dan kemakmuran rakyat."

9. “Maka dengan tercapainya penyerahan kedaulatan, perjuangan belum selesai.”

10. "Kita masih terus berjuang jadi tuan rumah di negeri sendiri, tanyakan pada diri, apa yang sudah saya berikan untuk bangsa ini?"

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya