NEW YORK – Amerika Serikat (AS) mengatakan ada ‘jendela peluang’ untuk mengakhiri kudeta militer Niger secara diplomatis.
Washington percaya krisis dapat diselesaikan. Krisis itu telah menangguhkan bantuan jutaan dolar sampai Presiden Mohamed Bazoum dipulihkan.
Berbicara pada konferensi pers Departemen Luar Negeri AS pada Senin (7/8/2023), juru bicara Matthew Miller mengatakan "jendela peluang pasti masih terbuka".
Dia menambahkan bahwa AS percaya "junta harus minggir dan membiarkan Presiden Mohamed Bazoum melanjutkan tugasnya" dan AS tetap berhubungan dengan pemimpin yang digulingkan itu.
Diplomat top Amerika, Menteri Luar Negeri Antony Blinken, mengatakan kepada BBC News Ecowas mendapat dukungan penuh Washington untuk pendekatannya terhadap krisis di Niger.
"Sangat penting bahwa tatanan konstitusional dipulihkan dan saat ini saya pikir Ecowas memainkan peran yang sangat penting dalam menggerakkan negara kembali ke arah itu," terangnya.
Uni Eropa juga mengatakan masih ada peluang untuk memulihkan pemerintahan Niger yang terpilih secara demokratis.