JAKARTA - Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Siti atiqoh Supriyanti menyambut baik langkah pemerintah Korea Selatan yang memutuskan untuk melakukan evakuasi ribuan remaja peserta Jambore Dunia. Diketahui, langkah ini dilakukan dalam rangka antisipasi ancaman angin topan yang akan melanda di lokasi perkemahan.
"Ini menurut saya langkah yang paling baik," kata Atiqoh saat berbincang dalam program iNews Room, Selasa (8/8/2023).
Menurut dia, evakuasi ini penting dilakukan bukan hanya sebagai antisipasi ancaman angin topan saja, melainkan kondisi gelombang panas ekstrem yang bisa berdampak kepada para peserta.
"Itu kalo misalnya panasnya seperti ini, karena perkiraan kan seminggu ya panas yang tinggi itu perkiraan seminggu. Kalo terus menerus, takutnya nanti fisik adik-adik juga semakin drop," ujarnya.
Istri Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ini juga menceritakan kesaksiannya saat berada di perkemahan Jambore Dunia ini. Atiqoh sempat merasakan suhu panas di lokasi bisa mencapai 39-40 derajat.
Menurut dia, kondisi ini justru yang menjadi tantangan para ribuan kontingen yang berada di lokasi. Sehingga, katanya, tak heran jika banyak dari peserta yang mengalami persoalan dalam kesehatannya.
Beruntungnya, Atiqoh memantau tak banyak kontingen asal Indonesia yang mengalami gejala semacam dehidrasi. Ia menilai, para kontingen Indonesia cepat beradaptasi dengan keadaan.
"Jadi begitu Ada yang gejala, para dokter Dari kowarnas ini langsung memberikan pendampingan, memberikan edukasi agar bagaimana anak-anak ini terhidrasi dengan baik," pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)