JAKARTA - Menjelang hari kemerdekaan Indonesia tentu muncul pertanyaan apa alasan terbesar Bung Karno mau bacakan teks proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945?
Hal ini terkait erat dengan peristiwa sejarah yang mengiringi momen pembacaan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Kendati sama-sama berjuang demi kemerdekaan Indonesia, nyatanya sempat terjadi perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda terkait waktu pelaksanaan proklamasi.
Momen selisih paham dengan generasi muda inilah yang menjadi latar belakang terjadinya peristiwa bersejarah ‘Rengasdengklok’. Dalam peristiwa tersebut, Bung Karno tetap teguh pada pendiriannya untuk memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus.
Diketahui terdapat sejumlah alasan terbesar Bung Karno mau bacakan teks proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Dilansir dari laman Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Rabu (16/8/2023) Bung Karno mengatakan jika hal yang terpenting dalam peperangan dan revolusi adalah waktu yang tepat.
Sukarni yang saat itu berada di Rengasdengklok bersama Bung Karno dan Hatta pun mempertanyakan kenapa harus tanggal 17. Bung Karno pun menjelaskan jika ia adalah orang yang percaya akan hal-hal yang berbau mistik.
Menurutnya, tanggal 17 memberikan harapan kepadanya dan merasa jika tanggal tersebut adalah saat yang tepat untuk membacakan proklamasi kemerdekaan. Tanggal 17 dianggap Bung Karno sebagai angka suci. Terlebih saat itu tanggal tersebut jatuh di hari Jumat Legi di bulan suci Ramadhan.
“Pertama-tama kita sedang berada dalam bulan suci Ramadhan, waktu kita semua berpuasa, ini berarti saat yang paling suci bagi kita. Tanggal 17 besok hari Jumat, hari Jumat itu Jumat legi, Jumat yang berbahagia, Jumat suci.” ujar Bung Karno.
Lebih lanjut lagi, Bung Karno mengatakan jika tanggal 17 bertepatan dengan turunnya Al Quran dan orang Islam juga sholat sebanyak 17 rakaat per harinya. Sehingga kesucian tanggal tersebut bukanlah buatan manusia.
Dengan alasan itulah akhirnya pada 17 Agustus 1945 Bung Karno dikembalikan lagi ke Jakarta untuk membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Demikian Alasan Terbesar Bung Karno Mau Bacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
(Hafid Fuad)