Kala Kerajaan Pajajaran Kewalahan Hadapi Serangan Kesultanan Cirebon

Qur'anul Hidayat, Jurnalis
Rabu 06 September 2023 05:08 WIB
Perang di masa kerajaan. (Foto: Ilustrasi/Dok Ist)
Share :

KERAJAAN Pajajaran kejayaannya menurun ketika dipimpin Raja Surawisesa yang menggantikan Prabu Siliwangi. Di masa pemerintahan Raja Surawisesa ini Pajajaran bahkan kehilangan sebagian besar wilayah di pesisir utara Pantai Jawa.

Dikisahkan pada buku "Hitam Putih Pajajaran : Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran" dari tulisan Fery Taufiq El Jaquenne, saat itu konon Kesultanan Cirebon yang dipimpin Syarif Hidayatullah memang tak terlalu memiliki pasukan dan benteng strategi yang kuat. Tetapi sokongan dan dukungan Kerajaan Demak menjadikan Cirebon menjadi musuh yang mumpuni bagi Kerajaan Pajajaran.

Beberapa wilayah kekuasaan Pajajaran, mulai dari Galuh, Sumedang, dan Citarum perlahan tapi pasti dikuasai oleh Kesultanan Cirebon dibantu oleh Kerajaan Demak. Sejak tahun 1528 Masehi, Cirebon menyerang wilayah Galuh yang menjadi kekuasaan Kerajaan Pajajaran.

 BACA JUGA:

Pertempuran ini juga memperlihatkan peran Demak yang cukup signifikan. Demak mengirimkan meriam beserta pasukan perang pada saat Cirebon mulai terdesak mundur. Sehingga pasukan Galuh tidak berdaya menghadapi panah besi yang besar dan menyemburkan kukur ireng dengan suara seperti guntur yang memuntahkan logam panas.

Alat perang seperti tombak, anak panah, pedang, dan lain sebagainya lumpuh seketika karena meriam dari Demak. Pada akhirnya jatuhlah Galuh, menyusul dua tahun kemudian jatuh pula Kerajaan Talaga, yang menjadi benteng terakhir Kerajaan Galuh.

Tahun 1530 Masehi, Sumedang pun mulai masuk dalam pengaruh Cirebon. Pengaruh ini ditandai dengan adanya penobatan Pangeran Santri menjadi Bupati Sumedang, pada tahun 21 Oktober 1530. Secara garis keturunan, kakak ipar Syarif Hidayatullah, buyut Pangeran Santri adalah Syekh Datuk Kahfi, pendiri pesantren pertama di Tanah Cirebon.

BACA JUGA:

Kuatnya Armada Perang Pajajaran Semasa Prabu Siliwangi Bikin Disegani Lawan 

Selanjutnya kawasan Citarum yang sebelumnya menjadi wilayah kekuasaan Pajajaran pun mulai bisa diambil alih oleh Kesultanan Cirebon. Alhasil Cirebon mulai mendapatkan kedudukan mapan.

Selain itu karena gerakan perlawanan ke Pakuan selalu mendapatkan perlawanan dari pasukan Surawisesa, akhirnya kedua belah pihak sepakat mengambil jalan terbaik dengan menggelar perdamaian dengan mengakui keberadaan daerah masing-masing.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya