Bisikan Adipati Sumenep Bikin Jayakatwang Buka Hutan yang Jadi Cikal Bakal Majapahit

Avirista Midaada, Jurnalis
Selasa 12 September 2023 07:38 WIB
Illustrasi (foto: Okezone)
Share :

RADEN WIJAYA sempat mengabdi ke Raja Gelang-gelang Jayakatwang. Hal itu usai Jayakatwang melancarkan pemberontakan mematikan ke Kerajaan Tumapel atau yang dikenal dengan Singasari hingga mengakibatkan para penghuni istana, termasuk raja dan permaisurinya tewas.

Raden Wijaya yang notabene merupakan menantu dari Kertanagara, Raja Singasari berhasil selamat karena ia terlebih dahulu ditugaskan menghalau serangan Kediri dari sisi utara. Namun serangan sisi selatan yang dihimpun Jayakatwang ternyata lebih mematikan yang membuat Singasari runtuh.

Alhasil setelah Singasari runtuh, Raden Wijaya sempat meminta perlindungan ke Arya Wiraraja adipati di Sumenep, sebelum akhirnya memilih berdamai dengan Jayakatwang. Raden Wijaya meminta menjadi abdi dan mengakui kekuasaan Jayakatwang sebagai raja Daha, usai serangan ke Singasari ini.

Tetapi di sisi lain Arya Wiraraja juga memberikan nasehat ke Jayakatwang yang masih kerabat dari Raden Wijaya dan Kertanagara, untuk membukakan hutan di daerah Tarik sebagai tempat tinggal Raden Wijaya.

Kidung Panji Wijayakrama yang dikutip dari "Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit" dari Prof. Slamet Muljana menambah keterangan bahwa, pembukaan hutan Tarik itu dilakukan demi kepentingan berburu Jayakatwang sendiri. Saran itulah yang membuat Jayakatwang akhirnya mengizinkan pembukaan hutan Tarik.

Baru pada Mertamasa tahun saka 1214 atau sama dengan tahun 1292 Masehi, Raden Wijaya pergi menengok hutan Tarik. Daerah yang telah dibuka berupa sawah yang telah ditanami beraneka bunga, pucang, pinang, kelapa, dan pisang. Raden Wijaya tidak lagi kembali ke Daha, tetapi terus menetap di Majapahit guna membuat persiapan untuk memberontak.

Persiapan itu begitu sangat dirahasiakan. Menteri Sagara Winotan yang oleh Raja Jayakatwang untuk menyusul Raden Wijaya, tidak diberi kesempatan melihat - lihat keadaan perkampungan baru Majapahit secara bebas. Raden Wijaya menutup akses utusan Jayakatwang demi membangun kekuatan dan memberontak ke Daha.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya