“Tanggal 30 September 1965. Kira-kira pukul sembilan malam saya bersama istri saya berada di Rumah Sakit Gatot Subroto. Kami menengok anak kami," dikutip dari buku Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya, yang ditulis oleh G. Dwipayana dan Ramadhan K.H.
"Tommy, yang masih berumur empat tahun dirawat di sana karena tersiram sup yang panas. Agak lama juga kami berada di sana, maklumlah menjaga anak yang menjadi kesayangan semua," lanjut kutipan tersebut.
Sementara dalam buku Abdul Latief dan buku John Roosa, keterlibatan Soeharto dalam G30SPKI diungkap.
Dalam kesaksiannya pada Mahkamah Militer, Latief mengungkapkan bahwa dirinya memberi tahu Soeharto sebelum malam 30 September tentang rencana penculikan beberapa jenderal. Adapun alasan Soeharto tidak masuk list PKI karena merupakan loyalis Bung Karno.
"...karena kami anggap Jenderal Soeharto loyalis Bung Karno, maka tidak kami jadikan sasaran," kata Latief seperti dikutip dari buku Gerakan 30 September: Pelaku, Pahlawan, dan Petualang (2010).