JAKARTA - Ganjar Pranowo Presiden 2024, pernah dititipkan pesan yang tidak akan dilupakan seumur hidupnya, dari almarhumah sang ibu. Pesan tersebut ia terima saat terpilih menjadi Gubernur Jawa Tengah (Jateng).
Ganjar menceritakan momen itu sebagai salah satu momen yang membahagiakan untuknya dan untuk sang Ibu.
“Saat saya terpilih jadi gubernur, waktu DPR RI enggak ya, biasa saja, tapi waktu gubernur saya ditepuk-tepuk, 'layani rakyat dan jangan korupsi'," ungkap Ganjar, dengan menirukan ucapan ibunya.
BACA JUGA:
Calon Presiden yang diusung oleh partai PDI-Perjuangan, Perindo, Hanura, dan PPP itu tampaknya terus menjaga pesan tersebut. Ungkapan-ungkapan memperkuat pemberantasan korupsi, serta pesan-pesan untuk tidak korupsi, terus digaungkan olehnya dalam beberapa kesempatan terpisah.
Pada rapat kerja nasional (rakernas) Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi), Selasa (26/9/2023). Ganjar berpesan kepada lebih dari 1.000 kepala desa yang hadir, untuk fokuskan orientasi pada pengembangan desa dan kemakmuran masyarakatnya, serta maksimalkan dana desa yang semakin besar.
”Saya harap inovasinya harus tetap berjalan, rakyatnya mendapat manfaat, dan yang terakhir jangan ada korupsi,” ungkap Ganjar.
Menangkan Ganjar, Arsjad Rasjid Paparkan Strategi Komunikasi di Rakernas PDIP
Pada kesempatan lain, Ganjar juga menyampaikan komitmennya untuk memperkuat lembaga pemberantas korupsi seperti KPK dan Kejaksaan.
Hal ini ia sampaikan setelah menjadi narasumber dalam acara Ideafest di Jakarta Convention Center, pada Sabtu 30/09/23.
"Ya KPK-nya perlu diperkuat, komisinya perlu diperkuat, kejaksaannya perlu diperkuat, dan beberapa performance hari ini menjadi bagus," ucapnya.
Ganjar melihat ketika kasus korupsi terbongkar, publik memiliki persepsi bahwa pemerintah tidak memiliki komitmen menyelesaikan permasalahan ini. Sebab kasus serupa sering terulang setiap tahunnya.
"Maka kemudian satu kasus korupsi itu dibongkar, maka akan selalu ada dua. Penegak hukumnya berprestasi, kemudian korbannya dicaci. Karena kemudian akan diurutkan 'oh pejabat', 'oh pengusaha', 'oh salah', 'oh tidak komitmen', 'oh integritas rendah', selalu muncul, dua ini, maka kita semua harus punya agenda yang sama memberantas korupsi," ucap Ganjar.
Upaya pemberantasan korupsi juga menjadi salah satu komitmen strategi yang ia miliki, dalam upaya penegakan hukum. Ganjar berpendapat, perlu adanya upaya membangun integritas yang dilakukan sejak dini, untuk menciptakan budaya anti korupsi. Hal ini ia sampaikan saat menghadiri acara '3 Bacapres Bicara Gagasan' di Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa 19/09/2023.
(Qur'anul Hidayat)