Telepon Misterius di Detik-Detik Sebelum Gugurnya Jenderal A Yani

Nanda Aria, Jurnalis
Senin 02 Oktober 2023 05:38 WIB
Ahmad Yani/Foto: Okezone
Share :

 

JAKARTA - Menteri/Panglima Angkatan Darat (Menpangad) Letjen TNI Ahmad Yani tewas secara tragis di subuh 1 Oktober 1965. Tujuh peluru tercatat menembus tubuh Jenderal Yani akibat serangan gerombolan Tjakrabirawa dan pemuda rakyat.

Sehari sebelumnya, 30 September 1965, anak-anak Jenderal Yani seolah tak pernah mendapat isyarat maupun firasat apapun tentang ayahnya. Seperti biasa, Jenderal Yani menanyakan keberadaan ibunya.

 BACA JUGA:

“Ibu nandi (Ibu di mana),” tanyanya.

“Ibu di dapur, sedang masak,” jawab anak-anaknya kompak, sebagaimana tertulis di buku ‘Tujuh Prajurit TNI Gugur: 1 Oktober 1965’.

 BACA JUGA:

Kegiatan siang itu pun dilanjutkan dengan hanya ngobrol santai di ruang keluarga, sembari memberi tahu bahwa anak-anaknya tak perlu masuk sekolah pada 5 Oktober yang merupakan HUT TNI.

“Mengko tanggal 5 Oktober, kabeh melu bapak. Ndelok defile nang Istana. Kabeh mbolos sekolah wae (Nanti tanggal 5 Oktober semua ikut bapak. Lihat defile di Istana. Semua bolos sekolah saja),” tutur Jenderal Yani.

Sontak anak-anak Jenderal Yani pun kegirangan. Obrolan penuh canda di bar kecil di dalam rumah, Jalan Lembang No.58, Jakarta Pusat itu pun berlanjut, hingga tangan Jenderal Yani sempat menyenggol botol minyak wangi hingga isinya tumpah.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya