JAKARTA - Operasi Badai Al Aqsa yang diluncurkan Hamas ke Israel terjadi dekat berbatasan Gaza pada, Sabtu (7/10/23) dini hari. Lebih dari 1.100 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.
Pejuang Hamas Palestina melakukan perjalanan dari Jalur Gaza ke selatan Israel menggunakan sepeda motor. Mereka juga membawa truk pick-up, glider, dan speed boat untuk melakukan serangan di 22 lokasi Israel.
Selain itu, Hamas melepaskan sebanyak 5.000 roket dalam serangan awal. Komandan militer Hamas Mohammed Deif menyebut serangan Hamas ke Israel sebagai Operasi Badai Al-Aqsa.
Melansir Al Jazeera, Selasa (10/10/23) Operasi Badai Al Aqsa yang diluncurkan Hamas ke Israel merupakan upaya balas dendam atas provokasi dan penodaan Israel terhadap Masjidil Al-Aqsa di Yerusalem.
Adapun, Masjidil Al-Aqsa merupakan salah satu situs suci umat Islam. Selama beberapa dekade, warga palestina di Masjidil Al-Aqsa berada dibawah kekerasan dan diskriminasi bangsa Israel.
“Kami sudah memperingatkan musuh sebelumnya. Pendudukan melakukan Israel melakukan ratusan pembantaian terhadap warga sipil. Ratusan syuhada dan korban luka meninggal tahun ini akibat kejahatan Israel,"ujar Muhammad Deif.
“Hari ini merupakan pertempuran terbesar dalam upaya mengakhiri pendudukan terakhir di bumi,” lanjutnya.
Militer Israel menyatakan perang di Jalur Gaza. Berdasarkan persetujuan Menteri Pertahanan, Israel akan memanggil semua pasukan cadangan.
Israel melakukan serangan bali yang disebut Operasi Pedang Besi. Mereka membombardir Jalur Gaza dengan jet tempur Zionis yang mereka miliki.
“Kami sedang berperang , dan kami akan menang,” ujar Perdana Menyri Benjamin Netanyahu.
Serangan udara meningkat setelah malam tiba dan meratakan banyak tempat tinggal. Menara 14 lantai di pusat Kota Gaza hancur akibat serangan udara Israel.
Israel secara resmi menyatakan perang pada hari Minggu dan hari Senin. Merek juga mengumumkan akan menghentikan pasokan listrik, makanan, bahan bakar, dan komoditas penting lainnya ke Jalur Gaza.
Serangan Israel menyasar ke daerah rumah, masjid, dan kantor. Lebih dari 100.000 warga Palestina di Jalur Gaza terpaksa mengungsi. Ribuan orang lainnya berlindung di sekolah-sekolah PBB.
Demikian mengenal operasi Badai Al Aqsa yang diluncurkan Hamas ke Israel. T
(RIN)
(Rani Hardjanti)