MANDALIKA - Kepolisian Daearah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) mengerahkan 600 lebih petugas anti teror, untuk mengamankan kawasan Sirkuit Pertamina Mandalika selama Grand Prix MotoGP 2023 berlangsung.
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Arman A. Syarifuddin mengatakan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Tim Densus 88 anti teror untuk mengantisipasi gangguan keamanan terutama terorisme menyusul meningkatnya eskalasi perang Palestina dan Israel.
"Kami mengerahkan 3.409 personil yang tersebar di 35 pos penyekatan dan 24 pos pengamanan. 600 lebih di antaranya merupakan pasukan anti teror," ujar Arman kepada wartawan di Sirkuit Mandalika Sabtu (14/10/2023).
Menurutnya, dalam dua hari terakhir sejak pelaksanaan MotoGP 2023 berlangsung kondusif. Belum ada gangguan keamanan. Pihaknya juga diback up oleh 10 petugas khusus dari Brimob Mabes Polri untuk mengamankan Drone liar.
"Sudah dua Drone liar yang berhasil dilumpuhkan. Untuk hari ini belum ada laporan," tegasnya.
Pengamanan ekstra ketat itu diberlakukan menyusul rencana kehadiran Presiden RI Joko Widodo beserta sejumlah menteri pada Minggu (15/10/2023) besok. Adapun untuk pengamanan presiden sudah dilakukan oleh Paspampres.
Zona Royal Box tempat nonton presiden pun tidak luput dari pengamanan ketat. Proses pengamanan itu berlangsung diberbagai pintu masuk. Terutama pintu masuk menuju Sirkuit Mandalika tepatnya di depan Bandara Internasional Lombok.
Pantauan MPI, ratusan polisi dan tentara tampak berjaga-jaga di sejumlah titik. Tidak sedikit petugas yang membawa senjata api laras panjang. Kesiap siagaan dan pengamanan ketat itu wajar dilakukan menyusul event berskala dunia itu.
(Awaludin)