Bara Pemberontakan di Internal Majapahit, Raja Tewas di Tangan Abdi Dalem

Nanda Aria, Jurnalis
Minggu 29 Oktober 2023 04:31 WIB
Ilustrasi/Foto: Istimewa
Share :

 

JAYANEGARA - Meski berkali-kali digagalkan, bara pemberontakan di dalam Kerajaan Majapahit tak pernah padam. Bara itu bahkan berhasil menelan sang raja.

Pemberontakan terakhir Kuti yang berhasil ditumpas oleh Gajah Mada menyisakan percikan-percikan yang mudah tersulut. Hal ini pun dikisahkan Slamet Muljana, pada bukunya berjudul "Menuju Puncak Kemegahan Sejarah Kerajaan Majapahit".

 BACA JUGA:

Konon pemberontakan Kuti, yang merupakan abdi dalem raja berupaya membunuh Jayanegara. Mereka berkomplot untuk menghabisi nyawa raja, akibat ketidakpuasan kebijakan yang diambil Jayanegara.

Kerajaan Majapahit di bawah Jayanegara memiliki tujuh dharmaputra raja atau abdi dalem yakni Kuti, Semi, Pangsa, Wedeng, Juju, Tanca, dan Banyak.

 BACA JUGA:

Setelah Kuti yang berupaya membunuh raja digagalkan. Konon benih - benih pemberontakan dari para abdi dalem ini masih muncul dan berupaya membunuh raja. Dari para abdi dalem ini masih menyisakan satu orang yang bertahan yakni Tanca, yang masih memendam ambisi membunuh raja.

Sembilan tahun pasca peristiwa Kuti, putri Tribuanarunggadewi dan Rajadewi Maharajasa yang merupakan dua putri keturunan Raja Kertanegara, tidak diizinkan menikah oleh Raja Jayanegara. Alasannya karena keduanya hendak dikawini oleh Jayanegara. Alhasil tindakan asusila tak senonoh diterima kedua putri Kertanegara.

Tindakan Jayanegara ini didengar oleh Dharmaputra Tanca. Tanca pun mengadukannya kepada Gajah Mada, yang kala itu menjadi Mahapatih. Para jejaka dan laki - laki menghendaki sang putri disingkirkan oleh Raja Jayanegara.

Kebetulan Jayanegara kala itu menderita sakit bisul. Beliau tidak dapat keluar dari istana, dan harus selalu berbaring di atas tempat tidur. Tanca pun dipanggil untuk mengobatinya, ia dipercaya lantaran memiliki kemampuan mengobati penyakit.

 BACA JUGA:

Tanca pun memasuki kamar tidur untuk mengobati Jayanegara. Bengkak pada kaki raja harus dibedah, satu dua kali tidak berhasil dibedah. Raja dipersilakan mengesampingkan selimutnya, kali ketiga pembedahan bisul pada kaki sang raja berhasil dilakukan.

Namun seiring pembedahan berhasil, tikaman langsung dilakukan kepada Jayanegara. Raja Jayanegara mati akibat tikaman Tanca. Gajah Mada yang mengetahui kejadian tersebut langsung bangkit dan menusuk Tanca, hingga mati juga. Kejadian pembunuhan sang raja Jayanegara tercatat pada tahun 1328 Masehi atau 1250 Saka.

(Nanda Aria)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya