Ponpes ini, lanjut Mahfud, kerap menjadi tuan rumah jika NU punya tamu-tamu penting. Tak hanya itu, ponpes ini juga punya kedekatan dengan Gus Dur.
"Jadi kami ini semacam napak tilas pesantren yang dekat dengan Gus Dur. Apalagi hari ini (Sabtu) haul Gus Dur, hari peringatan wafat. Kalau Maulid itu hari peringatan lahir. Maka tepat hari ini saya ke sini," kata Menko Polhukam ini.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengaku, selalu ingat pesan dan ijazah doa dari guru ideologisnya. Gus Dur pernah berpesan, jika Mahfud hendak jadi pejabat, agar masuk dan keluarnya nyaman dan tidak membebani orang, diminta baca doa khusus.
Doa khusus dari Gus Dur itu nukilan dari QS Al Isra: 80 yang berbunyi:
"Ya Allah, bawalah aku masuk ke tempat kerja baru dengan cara yang benar. Dan nanti tolong bawa saya keluar menyelesaikan tugas itu dengan cara yang benar pula. Dan berilah kekuasaan yang bisa menolong orang banyak," ingat Mahfud
Mahfud juga mengungkapkan alasannya memilih mendatangi berbagai ponpes saat masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
"Basis-basis pendidikan demokrasi itu dimulai dari pesantren. Sejak dulu juga dibangun dari pesantren, oleh sebab itu saya datang mengunjungi pesantren ini dengan santri yang ribuan, dengan murid yang ribuan di Ponpes Sirnamiskin ini ya," ungkap Mahfud.
Mahfud memiliki harapan besar kepada setiap santri di tiap ponpes. Menurut dia, santri memiliki syariah yang penuh dengan kedamaian untuk membangun negara.
"Saya berharap dari pesantren akan lahir kader bangsa yang demokratis dan berwawasan syariah yang penuh kedamaian, kerukunan dan persaudaraan," kata Mahfud.
(Khafid Mardiyansyah)